Sukses

Dolar Jebol ke Rp 12 Ribu, Rupiah Bisa Mudah ke 13 Ribu/US$

Setelah level 12 ribu per dolar AS jebol, rupiah diprediksi akan mudah menembus level 13.000 per dolar AS. Apalagi jika jurus-jurus pemerintah dan Bank Indonesia mental semua.

Jurus BI yang berkali-kali menaikkan BI Rate demi meredam pelemahan rupiah malah belum membuahkan hasil. Begitu juga dengan sejumlah paket kebijakan ekonomi pemerintah yang mempermudah izin usaha dan pembebasan pajak juga belum terlihat berjalan.

Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto mengatakan rupiah memang mungkin saja dapat tembus Rp 13.000 terhadap dolar AS. Apalagi kalau saat ini masyarakat lebih cenderung memegang dolar sebagai investasi.

"Mungkin saja. Kalau kita bicara enam bulan lalu, sangat-sangat tidak mungkin rupiah akan sampai Rp 12.000. Buktinya rupiah sudah tembus Rp 12.000 terhadap dolar Amerika Serikat. Untuk level 13.000 mungkin sekali," ujar David seperti ditulis Minggu (1/12/2013).

Menurut David, bila orang menilai investasi menggunakan dolar menarik maka tentu orang akan berbondong-bondong menaruh uang ke dolar Amerika Serikat.

Di sisi lain, pemerintah tidak menyiapkan langkah untuk mengamankan nilai tukar rupiah maka kemungkinan rupiah melanjutkan pelemahannya.

"Bila tapering terjadi, dan pemerintah tidak menyiapkan langkah apapun untuk mengamankan rupiah maka potensi melemah, saya melihatnya ke 13.000," kata David.

Hal sama juga diungkapkan Kepala Riset PT Bahana Securities, Harry Su. Ia menuturkan, ada perkiraan rupiah dapat tembus ke level 13 ribu per dolar AS. Dan atas perkiraan tersebut, saat ini investor asing pun cenderung wait and see.

"Saat ini, ekspektasi di pasar rupiah dapat tembus 13.000 per dolar Amerika Serikat. Asing kelihatan wait and see. Beberapa bulan, pasar saham kita 20% lebih murah untuk masuk. Oleh karena itu, asing masih menunggu," ujar Harry, saat dihubungi Liputan6.com, pada akhir pekan lalu.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lewat intervensi pasar. Langkah itu diakui bank sentral akan mengurangi cadangan devisa Indonesia.

"Kami akan melakukan intervensi dalam menjaga stabilitas nilai tukar, kami nggak pernah tak menjaga agar nilai tukar agar kondisi terjaga," ujar Gubernur BI, Agus Martowardojo Jumat (29/11/2013).

Agus menjamin kondisi pasar mata uang asing saat ini jauh lebih likuid meski terjadi pelemahan nilai rupiah. Kondisi saat ini bahkan lebih baik semester I-2013.

Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan Jumat pekan lalu, rupiah ditutup Rp 11.965 terhadap dolar Amerika Serikat. Kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di level Rp 11.977. (Ahm/Igw)