Sukses

Listrik CBM Pertama di RI Mengalir ke 2.500 Rumah

Vico Indonesia telah menyalurkan listrik berbahan bakar gas metana batu bara (Coalbed Methane/CBM)  ke sekitar 2.500 rumah penduduk di Kalimantan. Pemanfaatan CBM untuk listrik merupakan yang pertama di Indonesia.

General Manager PLN Kalimantan Timur, Nyoman S Astawa mengatakan penggunaan gas batu bara untuk kelistrikan ini menghemat Rp 1.550 per kilowatthour (kWh). Harga produksi CBM Rp 1.150 per kWh, sementara jika memakai solar sekitar Rp 2.700 per kWh.

“Total penghematan mencapai Rp 17 Miliar per tahun,“ ujar Nyoman seperti dikutip dari situs resmi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Jumat (3/5/2013).

Nyoman menuturkan pemanfaatan CBM untuk kelistrikan sangat menguntungkan PLN karena bisa menekan subsidi pemerintah. Kontrak Kerja PLN dengan Vico Indonesia berlangsung hingga Desember 2014. Pasokan CBM tersebut berasal dari  Blok Sanga-Sanga Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur.

“Kemungkinan akan kami lanjutkan kembali, sembari menunggu pemerintah mengatur harga komersial CBM di Indonesia,” katanya.

Deputi pengendalian Operasi SKK Migas, Muliawan Proyek CBM merupakan realisasi SKK Migas dan Vico Indonesia dengan produksi sebesar 0,5 juta kaki kubik per hari (mmscfd). “Ini proyek CBM untuk kelistrikan pertama kali di Indonesia,” katanya. (Ndw)