Sukses

MRT Fase 2 Bundaran HI-Ancol Barat Target Beres 2027

 

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah terus melakukan upaya untuk merubah paradigma penggunaan transportasi dengan mendorong masyarakat agar lebih banyak menggunakan transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan seperti transportasi umum, berjalan kaki, ataupun bersepeda. Hal ini juga dilakukan dalam upaya untuk mengurangi tingkat kemacetan, terutama di wilayah DKI Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dalam Rapat Koordinasi Menteri terkait Percepatan Infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN) di ruang Loka Kretagama Kemenko Perekonomian pada Kamis (19/01), menyampaikan pentingnya pembangunan PSN infrastruktur transportasi di wilayah DKI Jakarta, mengingat Jakarta merupakan pusat perekonomian Indonesia.

Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa pembangunan PSN sektor transportasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang masif bagi perekonomian baik bagi DKI Jakarta maupun nasional serta dapat memperlancar jalur logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Percepatan PSN sektor transportasi di wilayah DKI Jakarta seperti MRT North South Line Fase 2A, MRT North South Line Fase 2B, MRT East – West, LRT Jakarta Velodrome – Manggarai, Jaringan enam Ruas Jalan Tol DKI Jakarta, dan Jalan Tol Akses New Priok Eastern Access (NPEA) telah dilakukan Pemerintah dan diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan mobilitas masyarakat.

Proyek MRT North South Line Fase 1 yakni Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 16 km telah beroperasi sementara Fase 2 yaitu Bundaran HI-Ancol Barat sedang dalam pengerjaan dan ditargetkan selesai pada 2027. Sementara itu, Fase 2A Bundaran HI-Kota dan Fase 2B Kota-Ancol Barat ditargetkan selesai pada 2030.

Kemudian, LRT Jakarta Velodrome-Manggarai dengan trase kurang lebih sejauh 6 kilometer dengan nilai proyek Rp5,5 triliun rencananya akan dimulai pada tahun 2023 dan selesai pada 2024.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Jalan Tol

Upaya penambahan jaringan enam ruas Jalan Tol DKI Jakarta yang terdiri dari Jalan Tol Semanan-Sunter, Sunter-Pulo Gebang, Duri Pulo-Kampung Melayu, Kemayoran-Kampung Melayu, Ulujami-Tanah Abang, dan Pasar Minggu-Casablanca juga telah dilakukan Pemerintah. Dari enam ruas jalan tol tersebut, Jalan Tol Sunter-Pulo Gebang telah beroperasi, sementara Jalan Tol Semanan-Sunter ditargetkan selesai pada tahun 2024 dan ke empat ruas jalan tol lainnya ditargetkan dapat financial close di tahun 2024.

Lebih lanjut, Jalan Tol NPEA yang merupakan akses khusus untuk menyambungkan Pelabuhan Tanjung Priok ke Terminal Kalibaru akan terkoneksi dengan Kawasan Berikat Nusantara dan terhubung dengan Jalan Tol Cibitung-Cilincing. Dibiayai oleh PT Pelindo, Jalan Tol NPEA akan memiliki panjang 7 kilometer dan estimasi investasi sebesar Rp3,98 triliun.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah membangun berbagai fasilitas seperti jalur sepeda dan pedestrian yang layak. Sejak 2017 sudah terbangun 267 kilometer trotoar dan 114,5 kilometer jalur sepeda.

Sedangkan Bus Transjakarta, baik koridor maupun non koridor telah memiliki 116 trayek dengan 1.869 armada dan telah mengangkut 1 juta penumpang per hari.

3 dari 4 halaman

MRT Balaraja-Cikarang Didanai Jepang Senilai Rp 160 Triliun, Mulai Bangun 2024

Pemerintah memastikan akan membangun proyek infrastruktur modern Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) dengan rute East-West. MRT yang akan membentang dari Balaraja Banten menuju Cikarang Jawa Barat ini akan didanai oleh Jepang. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, proyek MRT Balaraja-Cikarang ini merupakan proyek MRT Fase 3. Menurutnya, Jepang sudah berkomitmen membiayai proyek ini dengan nilai Rp 160 triliun.

"Arahan Bapak Presiden bahwa proyek ini bisa diselesaikan atau financial closing di 2024 sehingga tentu program ini perlu kita tindaklanjuti," kata Airlangga dalam keterangannya, dikutip Senin (23/1/2023).

Pembangunan MRT rute Balaraja-Cikarang ini akan dilakukan dalam 2 fase. Fase 1 pembangunan akan meliputi area DKI Jakarta.

Pada fase 1 akan terbagi lagi menjadi 2 stage. Stage 1 sepanjang 24,527 kilometer (km) dengan jalur Tomang, Dukuh Atas, Senen, Perintis hingga Medan Satria.

Stage 2 sepanjang 9,237 km melalui Tomang dan Kembangan.

"Fase 1 MRT East–West diharapkan dapat beroperasi di tahun 2031 dengan target kontruksi paling lambat di tahun 2024," kata Airlangga.

Sementara itu untuk fase 2 akan terbagi menjadi East-West Banten sepanjang 29.900 km dengan rute Kembangan, Kelapa Dua, hingga Balaraja. Kemudian jalur ke arah Jawa Barat sepanjang 20,438 km dengan rute Medan Satria dan Cikarang.

"Fase 2 sendiri diharapkan akan beroperasi di tahun 2033," kata dia.

Airlangga menambahkan pembangunan MRT East-West tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM. Termasuk sebagai upaya mengurangi kemacetan yang menjadi masalah utama Jabodetabek.

Pemerintah berencana akan menyediakan 3 depo operasional di MRT East-West dengan estimasi penumpang mencapai 1,2 juta per hari. MRT East-West tersebut juga akan mencakup 49 kawasan Transit Oriented Development (TOD) sehingga memberikan solusi atas transportasi publik secara masif.

4 dari 4 halaman

Korsel Ikut Garap Proyek MRT Jakarta Fase 4 Rute Fatmawati-TMII

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan pertemuan bilateral dengan delegasi Jepang dan Korea Selatan di Bali, membahas sejumlah kerja sama yang tengah berjalan dan potensi kerja sama sektor transportasi di masa depan.

Pada Senin (14/11/2022) kemarin, Menhub bertemu dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan Won Hee-Ryong.

Pada pertemuan dengan Korsel membicarakan sejumlah pembangunan yang telah dan akan dikerjasamakan dengan Korsel, seperti pengembangan MRT Jakarta dan LRT Jakarta, potensi kerja sama pembangunan di sektor laut dan udara, serta pengembangan SDM sektor transportasi.

“Kemarin, kami dengan pemerintah Korsel juga telah menandatangani nota kesepahaman tentang pembangunan MRT Jakarta Fase 4. Semoga kedepannya kerja sama kedua negara semakin intensif dilakukan,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (15/11/2022).

Sebagaimana diketahui, MRT Jakarta Fase 4 akan menghubungkan Fatmawati dengan TMII.

Lebih lanjut Menhub menyampaikan momentum Presidensi G20 Indonesia tahun ini dimanfaatkan untuk mencari peluang kerja sama pembangunan infrastruktur transportasi dengan banyak negara, melalui pendanaan kreatif nonAPBN.

Hal ini dilakukan agar pembangunan infrastruktur transportasi dapat terus dilakukan dalam rangka meningkatkan konektivitas dan daya saing negara, di tengah keterbatasan APBN.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS