Sukses

Merger dengan SCMA, Saham Indosiar Delisting dari BEI

Rencana penggabungan dua emiten media, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) akhirnya semakin jelas. Nantinya, emiten IDKM akan melakukan delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam pengumuman yang disampaikan kepada otoritas Bursa Efek Indonesia, Kamis (21/2/2013), proposal merger merekomendasikan setiap pemegang satu saham IDKM akan ditukar dengan 0,481 saham SCMA.

"Rasio ini berdasarkan penilaian pihak independen dari nilai saham SCMA sebesar Rp 2.171 dan IDKM Rp 1.044," ujar laporan tersebut.

Manajemen SCMA mengatakan, dengan penggabungan usaha tersebut,  perusahaan akan tetap mempertahankan SCMA sebagai emiten yang tercatat di papan perdagangan BEI. Nantinya pemegang saham lama SCMA dan IDKM akan memiliki masing-masing 67% dan 33% saham di perusahaan hasil merger.

Pasca akuisisi, kapitalisasi pasar SCMA diperkirakan bakal menjadi Rp 32,89 triliun atau US$ 3,399 miliar dengan nilai perusahaan sebesar Rp 32,36 triliun (US$ 3,43 miliar). Nilai ini berdasarkan harga penutupan saham pada Senin (18/2/2013) dimana saham SCMA berada di level Rp 2.250 per saham.

Manajemen SCMA menjelaskan alasan merger dilakukan karena perusahaan melihat arus kas dari bisnis televisi yang dilakukan SCTV sama dengan pertumbuhan bisnis Indosiar. Penggabungan juga meningkat peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan sinergi operasional dari dua stasiun televisi.

"Langkah merger akan meningkatkan posisi saham SCMA di indeks BEI. Serta meraih kapitalisasi pasar hingga US$ 32,9 triliun atau perusahaan terbesar ke-35 dalam indeks bursa saham tanah air berdasarkan penilaian Bloomberg," ungkap SCMA.

Sepanjang 2012, SCMA melaporkan pendapatan perusahaan mencapai Rp 2,24 triliun atau naik 2,9% dibandingkan setahun yang lalu. Laba usaha perusahaan juga naik 3,1% menjadi Rp 1,55 triliun. SCMA meraih laba bersih sepanjang 2012 sebesar Rp 913.01 miliar.

Sementara Indosiar dilaporkan mencetak pendapatan sebesar Rp 1,04 triliun pada 2012, naik 21,1% dibandingkan periode setahun yang sebelumnya. Laba bersih perusahaan pada 2012 mencapai Rp 257,09 miliar.  (Shd)