Sukses

Cerita Unik Menko Luhut: Kalau Stres Saya Lari 15 Km

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan atau Menko Luhut mengisahkan cerita unik. Yakni, cara dia menghilangkan stres dengan berlari sejauh 15 kilometer.

Hal itu dia ceritakan di acara peluncuran dan bincang buku bertajuk Luhut. Dia mengisahkan beberapa cerita. Dia pun menyapa sejumlah kerabat, baik keluarga, teman dan sahabat yang hadir di acara tersebut.

Menko Luhut mengakui ada orang yang jadi musuhnya. Dia juga bercerita bahwa ada anggapan dia dibuat sakit hati bahkan stres. Menariknya, ia punya cara untuk menghilangkan strs tersebut.

"Dan sekali lagi buat Kartini (Adik Menko Luhut) dan semua, ini adik-adik saya hadir, dan teman-teman, sahabat-sahabat semua, dulu juga ada yang musuhin saya, tapi saya pikir phase of our life, jadi kalau dulu orang pikir saya sakit hati atau stres, tidak juga," kata dia dalam Peluncuran dan Bincang Buku Luhut di Hotel Dharmawangsa, Jumat (7/10/2022).

"Karena saya senang lari. Jadi kalau dulu saya stres saya lari ini, 10 kilo 15 kilo, keringat-keringat, lupa lagi (masalah/stres), ya mandi ya tidur. Make it simple, karena sekali lagi saya percaya, yang di bawah langit ini ada waktunya," terangnya.

Pada kesempatan ini ia mengajak kerabatnya yang hadir itu untuk membangun Indonesia dengan porsinya masing-masing. Termasuk, beberapa tokoh yang sering memberikan kritik.

"Saya dengar Rocky, misalnya beliau sangat keras menyerang pemerintah, menyerang presiden, its ok. Gak papa. Dia bilang saya mau di interview, oke saya bilang di interview kan, mungkin karena kita tidak berkomunikasi, tidak ada pemahaman. Jadi mau minta interview siapa saja silakan," paparnya.

"Kalau saya bisa jawab saya jawab, kalau saya enggak bisa jawab ya saya enggak jawab," tambahnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Tak Mau Jadi Presiden

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendengar kalau dia cukup populer. Meski begitu, ia tak ingin maju ke ranah politik, apalagi jadi Presiden.

Hal ini diungkapkannya dalam peluncuran dan bincang buku Luhut, sebuah Biografi Luhut Binsar Pandjaitan yang ditulis Noorca M. Massardi.

Popularitasnya diakuinya didorong oleh sejumlah pihak, seperti timnya yang membantu ia dalam menangani Covid-19 di Indonesia. Dari sana, ia mengaku disebut-sebut sebagai tokoh populer.

"Terima kasih pada mereka yang telah bantu saya dalam banyak hal, sehingga katanya saya populer. Tapi, untung saya nggak mau jadi (calon) presiden atau calon wakil presiden," ungkapnya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2022).

"Jadi saya boleh ngomong bebas," tambahnya.

 

3 dari 4 halaman

Bagian Terbaik

Pada kesempatan ini, dia juga mengisahkan bagian-bagian terbaik dalam hidupnya. Diketahui, Menko Luhut merupakan jebolan TNI. Dia juga pernah menjabat dan turut ikut melakukan resktrukturisasi di tubuh Kopassus.

Menurut Luhut, selama menjadi tentara itulah yang jadi bagian terbaik hidupnya.

"'Mana yang paling bahagia di dalam hidup kamu?' Saya tetap jawab waktu saya tentara," ujarnya tegas.

"Waktu saya jadi Kopassus, waktu saya di gultor. Itu yang saya paling nikmati di mana saya ikut jadi bagian dari Pak Sintong (Sintong Panjaitan) mereorganisasi kopassus," bebernya.

 

4 dari 4 halaman

Hadapi Krisis Global

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, krisis global sudah di depan mata. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat harus bersiap menghadapi krisis.

Menko Luhut menjelaskan, ketegangan yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina dan China dengan Taiwan menyebabkan berbagai krisis seperti energi, pangan dan ekonomi. Dampak dari konflik tersebut pasti akan mempengaruhi Indonesia.

"Kalau kita semua kompak, semua kita satu bahasa dalam keadaan yang sangat krusial ini di mana dunia diramalkan akan memasuki global crisis, perfect Storm akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan ini, kita harus menata negeri kita ini dengan baik," ujar Luhut Binsar Pandjaitan saat menyampaikan pidato dalam perayaan Puncak Hari Maritim, Selasa (27/9/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.