Sukses

Miliarder Terdakwa 39 Kasus Penghindaran Pajak Meninggal di Usia 81 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder Robert Brockman, yang didakwa dalam kasus penghindaran pajak terbesar dalam sejarah Amerika Serikat (AS) meninggal dunia pada usia 81. Hal tersebut dikofirmasi oleh pengacaranya Kathy Keneally pada Sabtu 6 Agustus 2022.

Dikutip dari NBC News, Selasa (9/8/2022), pengacara Brockman mengatakan di pengadilan bahwa klien mereka menderita demensia dan tidak kompeten untuk diadili. Namun seorang hakim memutuskan sebaliknya pada Mei dan menjadwalkan persidangan pada Februari 2023.

Miliarder Brockman, yang kekayaan bersihnya diperkirakan oleh Forbes sebesar USD 4,7 miliar merupakan mantan CEO Reynolds & Reynolds, sebuah perusahaan yang berbasis di Dayton, Ohio yang menyediakan aplikasi bisnis, perangkat lunak manajemen, dan layanan profesional untuk dealer mobil.

Pengusaha itu didakwa dengan penghindaran pajak sebesar USD 2 miliar terkait penipuan kawat, pencucian uang, dan pelanggaran lainnya dalam dakwaan 39 kasus yang dikembalikan oleh dewan juri Federal di San Francisco pada 15 Oktober 2020.

Departemen Kehakiman menuduh Brockman menyembunyikan miliaran dolar AS dari IRS selama skema yang berlangsung beberapa dekade dalam apa yang oleh David L. Anderson, pengacara AS untuk Distrik Utara California, disebut sebagai "biaya pajak terbesar yang pernah ada terhadap individu" di Amerika Serikat.

Keneally sebelumnya telah bekerja sebagai spesialis pajak lama dan menjadi asisten jaksa agung di divisi pajak Departemen Kehakiman dari 2012 hingga 2014 sebelum menjabat sebagai pengacara utama Brockman dalam kasus penghindaran pajak bersejarah.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Miliarder Gandum Ukraina Oleksiy Vadatursky Tewas Terkena Serangan Rudal Rusia

Sebelumnya, salah satu pengusaha terkaya di Ukraina, yakni Oleksiy Vadatursky dan istrinya Raisa tewas dalam sebuah hantaman rudal Rusia di kediaman mereka di kota Mykolaiv.

Tewasnya Vadatursky menjadikan Mykolaiv sebagai salah satu kota yang terdampak perang Rusia-Ukraina.

Dilansir dari BBC News, Senin (1/8/2022) Vadatursky dikenal dengan kepemilikannya atas Nibulon, sebuah perusahaan yang terlibat dalam ekspor gandum dan biji-bijian lainnya. Dia juga menerima penghargaan "Pahlawan Ukraina".

"Kontribusi Vadatursky untuk pengembangan industri pertanian dan pembuatan kapal, pengembangan kawasan itu sangat berharga," kata pemimpin kawasan Odesa, Vitaliy Kim.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan bahwa kematian Vadatursky sebagai duka yang begitu mendalam bagi Ukraina.

Adapun Walikota Mykolaiv Oleksandr Senkevych, yang mengatakan bahwa peristiwa itu merupakan pemboman Rusia terberat di kota sejauh ini.

Selain rumah taipan gandum, hantaman rudal juga merusak sejumlah hotel, kompleks olahraga, dua sekolah dan sebuah bengkel, serta beberapa rumah warga lainnya di Mykolaiv.

Sebagai informasi, Mykolaiv berada di jalur utama menuju Odesa, pelabuhan terbesar Ukraina di Laut Hitam, dan telah dihantam rudal berulang kali sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada 24 Februari 2022.

Diketahui bahwa Ukraina dan Rusia merupakan pengekspor utama gandum dan biji-bijian lainnya, dan gangguan ekspor yang disebabkan oleh perang telah menyebabkan harga pangan melonjak di berbagai negara di dunia.

Pekan lalu, kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi PBB di Turki, yang bertujuan untuk meredakan krisis pangan.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

Mengintip Kekayaan Taipan Gandum Ukraina Oleksiy Vadatursky

Taipan gandum Oleksiy Vadatursky, dan salah satu pengusaha terkaya di Ukraina diketahui mengantongi kekayaan senilai USD 430 juta atau setara Rp 6,3 triliun, menurut perkiraan Forbes Ukraina pada 2021 lalu.

Pada Mei 2022, orang terkaya di Ukraina lainnya yakni Rinat Akhmetov mengatakan berencana untuk menuntut Rusia atas kerugian yang disebabkan oleh pemboman pabrik baja miliknya di kota Mariupol, Ukraina - dalam perang Rusia-Ukraina.

Dilansir dari Channel News Asia, pabrik baja Azovstal mengalami kerusakan parah akibat pemboman dalam perang Rusia-Ukraina, setelah pabrik yang luas itu menjadi benteng pertahanan terakhir di kota pelabuhan selatan.

Pabrik Baja dan Besi Illich, yang juga dimiliki oleh Akhmetov, juga rusak parah selama penembakan Rusia di Mariupol.

"Kami pasti akan menuntut Rusia dan menuntut kompensasi yang layak untuk semua kerugian dan bisnis yang hilang," ujar Akhmetov, yang memiliki produsen baja terbesar Ukraina, Metinvest, kepada portal berita Ukraina mrpl.city dalam sebuah wawancara.

"Biaya penggantian ... karena agresi Rusia adalah dari USD 17 hingga USD 20 miliar. Jumlah akhir akan ditentukan dalam gugatan terhadap Rusia,” bebernya, ketika ditanya jumlah kerugian yang ditanggung Metinvest karena kerusakan pabrik baja Azovstal dan Illich.

Sebagai informasi, Akhmetov telah melihat bisnisnya anjlok sebelum perang karena pertempuran delapan tahun di timur Ukraina setelah separatis pro-Rusia mengambil alih petak-petak wilayah di sana.

Sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada 24 Februari 2022, Metinvest telah mengumumkan tidak dapat memberikan kontrak pasokannya.

Sementara Grup SCM keuangan dan industri Akhmetov berusaha melunasi kewajiban utangnya, produsen listrik swastanya DTEK telah merestrukturisasi portofolio utangnya, katanya.

Akhmetov mengatakan dia kini masih berada di Ukraina sejak perang terjadi, menambahkan: "Kami percaya pada negara kami dan percaya pada kemenangan kami."

Reporter: Firda Makarimah

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Miliarder adalah seseorang yang memiliki kekayaan bersih setidaknya satu miliar (1.000.000.000 atau seribu juta) unit mata uang tertentu.
    Miliarder
  • Pajak adalah pungutan yang diwajib dibayarkan oleh penduduk sebagai sumbangan wajib kepada negara atau pemerintah.
    Pajak