Sukses

Dana Infrastruktur Seret, Uang Dapen dan BUMN Asuransi Diincar

Pemerintah diimbau mencari berbagai sumber pembiayaan untuk pembangunan sektor logistik dan infrastruktur di tanah air. Diantara berbagai alternatif, pemerintah bisa memanfaatkan uang milik perusahaan dan pensiun dan asuransi dari sejumlah perusahaan milik pemerintah. 

Sumber pembiayaan lain adalah perlunya mendirikan lembaga pembiayaan khusus infrastruktur demi mendorong pembangunan yang lebih merata serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2013.

"Agenda mengenai kebutuhan logistik dan infrastruktur, harus ada lembaga khususnya seperti, lembaga pembiayaan khusus infrastrukturnya," ujar Pengamat Ekonomi dari Indef, Aviliani,  ketika ditemui di gedung BEI, Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Selain dana milik perusahaan pengelola dana pensiun dan asuransi, pemerintah juga harus memanfaatkan lembaga pembiayaan dari perbankan khusus bank BUMN. Langkah lain adalah menggelar aksi go publik dari sejumlah perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang infrastruktur. 

Di samping dari BUMN, pemerintah juga bisa mengeluarkan surat utang (obligasi) sebagai modal pembiayaan dan instrumen pembiayaan bilateral, multilateral dan internasional. Namun opsi pembiayaan ini harus menjadi pilihan terakhir setelah sumber-sumber pembiayaan utama sudah tidak dapat dilakukan.

"Penerbitan surat utang atau obligasi, bisa digunakan jika sumber-sumber pembiayaan utama itu tidak bisa digunakan," kata Aviliani.

Dia menambahkan, prioritas pembangunan infrastruktur ke depan harus diprioritaskan pada sektor pertanian dan pedesaan. Langkah ini diharapkan bisa menyelesaikan berbagai masalah yang ada, utamanya ketimpangan dan kesenjangan di antara masyarakat. 

Upaya pengentasan ketimpangan juga bisa dipecahkan dengan pembangunan sektor maritim (kelautan) mengingkat dua per tiga wilayah Indonesia merupakan lautan. Langkah ini diyakini bakal membuat pembangunan di kawasan timur Indonesia akan tercapai.

"Daerah Timur akan sukses infrastrukturnya, bila difokuskan infrastruktur di sektor kelautannya juga," jelasnya. (Dis/Shd)

    JOKOWI: TAK ADA YANG TAKUTI KECUALI ALLAH DALAM MEMIMPIN

    Tutup Video