Sukses

Sri Mulyani Bertemu Menkeu Singapura, Bahas Potensi Investasi

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Menteri Keuangan dan Pemimpin Generasi ke 4 (G4) Singapura. Keduanya membahas potensi investasi di Indonesia.

Sri Mulyani menyambut hangat Lawrence di kantornya. Ia mengaku diskusi keduanya merupakan hal yang produktif.

"Good to be able to welcome you Lawrence at our office and to have a chance to catch up. We both enjoy our productive and pleasant discussion," katanya mengutip unggahan Instagram @smindrawati, Minggu (22/5/2022).

Ia mengungkap kunjungan Lawrence ke Indonesia untuk membahas tentang potensi investasi. Lawrence juga dijadwalkan bertemu dengan menteri lainnya.

Potensi investasi yang dibahas, kaya Sri Mulyani milai sektor manufaktur hingga ekonomi digital.

"Lawrence Wong dalam kunjungan ke Indonesia melakukan pertemuan dengan berbagai Menteri dan mengunjungi pusat industri Batang - Jawa Tengah," katanya.

"Singapura melihat potensi Invetasi yang makin luas Indonesia - tidak hanya sektor manufaktur, infrastruktur namun juga sektor renewable energy dan digital ekonomi," terangnya.

Disamping itu keduanya juga membahas komitmen Singapura untuk mendukung Presidensi G20 Indonesia di Finace Track. Termasuk pembentukan dana (FIF) untuk mengatasi dan menyiapkan pandemi kedepan.

Kemudian sustainable Finance dan keinginan Singapura untuk join Koalisi Menkeu untuk climate action, yang dipimpin oleh saya (Indonesia) bersama Menkeu Findlandia.

"Juga kerjasama pelaksanaan Global Taxation Agreement," katanya.

 

2 dari 4 halaman

Persiapan ASEAN 2023

Lebih jauh, kedua negara membahas juga menfenai persiapan Indonesia memimpin ASEAN 2023 mendatang.

"Kita membahas persiapan Indonesia untuk memimpin ASEAN tahun 2023, dengan agenda penting mengenai perkuatan kerjasama regional Asean terutama bidang keuangan termasuk kerjasama bidang Bea Cukai dan Perpajakan," ujar dia.

Ia mengungkap, Lawrence meru0akan kawan lama baginya. Kunjungan ini kunjungan terjadi dua hari lalu, Jumat 20 Mei 2022 lalu.

"Jumat sore 20 Mei 2022 saya menerima kunjungan teman baik saya Menkeu Singapore Lawrence Wong yang telah ditetapkan juga sebagai pemimpin generasi ke empat (G4) Singapura," kata dia.

"Kami berteman sudah cukup lama, sejak 2016 ketika Lawrence diangkat menjadi Menkeu kedua Singapura," aku Sri Mulyani.

 

3 dari 4 halaman

Tekan Defisit APBN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan mulai tahun 2023 defisit APBN akan ditekan dibawah 3 persen yakni antara 2,61 persen hingga 2,90 persen. Rencana pelebaran defisit tersebut sesuai dengan amanat UU No 2 Tahun 2020 yang hanya mengizinkan defisit APBN di atas 3 persen sampai tahun 2022.

Maka, pada 2023 mendatang pemerintah telah mengatur strategi. Kebijakan pendapatan negara akan diarahkan untuk mendorong optimalisasi pendapatan, namun tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha serta kelestarian lingkungan.

"Hal ini ditempuh dengan menjaga efektivitas reformasi perpajakan (UU HPP), mendorong agar sistem perpajakan lebih sehat dan adil sehingga dapat mendorong perluasan basis pajak serta peningkatan kepatuhan wajib pajak," tutur Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/5).

Dia menjelaskan, melalui implementasi UU HPP yang efektif, maka rasio perpajakan akan meningkat. Sementara itu, optimalisasi PNBP juga dilakukan dengan peningkatan inovasi layanan, dan reformasi pengelolaan aset.

"Berbagai kebijakan tersebut akan mendorong peningkatan rasio pendapatan negara tahun 2023," kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Manfaat ke Masyarakat

Kebijakan belanja negara diarahkan untuk menghasilkan output/outcome yang berkualitas. Memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat dan perekonomian serta dapat mendorong kondisi ke arah yang lebih baik.

Sejalan dengan hal tersebut, maka penguatan spending better secara konsisten akan dilakukan. Belanja negara bukan hanya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi semata.

Melainkan juga untuk melakukan pemerataan pembangunan, pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas, serta peningkatan daya beli masyarakat.