Sukses

Lowongan Kerja AkuLaku Indonesia, Cek di Sini

Liputan6.com, Jakarta AkuLaku Indonesia sedang membuka lowongan kerja Senior Software Developer. Posisi ini terbuka untuk kamu yang memiliki pengalaman di bidang pengembangan software aplikasi.

AkuLaku Indonesia merupakan platform finansial yang sudah terdaftar di OJK sehingga aman dan terpercaya. Salah satu perusahaan keuangan terkemuka di Asia Tenggara ini juga menyediakan fasilitas belanja dengan cicilan di marketplace dengan pinjaman yang fleksibel.

Jika kamu tertarik dengan posisi Senior Software Developer AkuLaku Indonesia ini, berikut adalah rangkaian job desk-nya.

Job Desk Senior Software Developer AkuLaku Indonesia

1. Sarjana atau lebih dengan latar belakang pemrograman.

2. Memiliki rangkaian pengalaman tumpukan teknologi ini: Nginx, Docker, Postgresql,next.js, node.js & Prometheus.

3. Memiliki pengalaman di Phyton akan menjadi keuntungan.

4. Memiliki pengalaman di Perbankan/Multi Finance/Fintech lebih disukai.

5. Kemampuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dan akurat tentang ekosistem fintech lending ujung ke ujung.

6. Kemampuan untuk menunjukkan solusi yang tepat dari persyaratan.

7. Keahlian komunikasi yang luar biasa, pemain tim yang hebat.

8. Sangat memotivasi diri sendiri dan proaktif.

9. Sebagai kontak utama untuk perkembangan yang sedang berlangsung.

10. Bertanggung jawab untuk merancang dan membuat kode solusi tingkat atas berdasarkan persyaratan yang kompleks.

11. Melakukan kode yang bersih dan dokumentasi kode.

12. Jaga hutang teknologi dengan hati-hati dan bertanggung jawab atas perbaikan yang akan datang.

13. Uji sistem dan ambil kepemilikannya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

KitaLulus

Bagaimana? Tertarik untuk menjadi seorang Senior Software Developer AkuLakuIndonesia?

Jika kamu memiliki pengalaman sebagai Software Developer, segera lamar posisi tersebut melalui KitaLulus.

KitaLulus merupakan platform penyedia loker dengan aplikasi yang bisa kamu download diplaystore. Saat ini sudah tersedia lebih dari 20.000 loker dari perusahaan yang terpercaya.

KitaLulus juga menyediakan fasilitas soal-soal psikotes yang bisa kamu kerjakan untuk latihan. Selain itu, kamu juga bisa bergabung dengan komunitas untuk meningkatkan skillkamu di suatu bidang.

Melamar kerja dengan KitaLulus akan membuatmu #LebihMudah dan aman karena langsung terhubung dengan WhatsApp HRD.

3 dari 3 halaman

Usai Lebaran Bakal Sepi Lowongan Kerja Baru, Ini Alasannya

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan, penarikan tenaga kerja baru akan mengalami hambatan usai periode Lebaran Idul Fitri 2022. Artinya, usai Lebaran bakal sedikit perusahaan yang membuka lowongan kerja.  

Bhima menjelaskan, prediksi tersebut didasari atas perkiraan bahwa pelaku usaha masih dihantui ketidakpastian ekonomi. Sehingga membuat mereka menahan diri untuk membuka lowongan kerja baru.

"Sektor lapangan kerja masih belum optimal, karena pengusaha masih wait and see juga soal pemulihan daya beli. Ada keraguan untuk ekspansi sehingga berpengaruh ke lowongan kerja baru," ujar Bhima kepada Liputan6.com, Sabtu (7/5/2022).

Jikapun suatu perusahaan butuh bantuan tenaga baru, Bhima menambahkan, mereka akan lebih memilih untuk menarik pekerja alih daya, paruh waktu atau pegawai-pegawai lama yang sempat diputus kontrak.

"Kalaupun rekrut pegawai akan prioritaskan yang sebelumnya dirumahkan atau di-PHK. Tidak sedikit juga yang memilih untuk merekrut pekerja via outsourcing karena upahnya lebih murah," ungkap dia.

Bhima menilai, indikator kesempatan kerja sejauh ini masih belum menunjukkan titik optimisme.

Itu disebabkan beberapa faktor, seperti tantangan di sektor industri menghadapi naiknya biaya bahan baku dan ongkos produksi. Di sisi lain, pemasukan investasi memang naik, tapi kualitasnya justru menurun.

"Serapan tenaga kerja dari investasi tidak sebesar pra-pandemi. Dan itu masalah serius. Insentif fiskal pemerintah sebaiknya lebih difokuskan ke sektor padat karya," tegasnya.