Sukses

Erick Thohir Klaim 6.000 Santri dan Mahasiswa Sudah Magang di BUMN

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkap telah ada 6.000 orang yang ikut magang di perusahaan pelat merah. Itu berkaitan dengan program magang bagi mahasiswa dan santri dari pesantren-pesantren.

Ia mengungkapkan, langkah ini dilakukan semata untuk mempersiapkan generasi muda kedepannya sebagai bagian penting pembangunan Indonesia.

“Kami di Kementerian BUMN membuka yang namanya magang untuk mahasiswa, sudah bekerja sama dengan banyak perguruan (tinggi), lalu juga program santri magang bekerja sama dengan banyak pesantren,” katanya dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Jumat (13/5/2022).

“Totalnya kurang-kurang sudah 6000 (orang) di dua program itu,” imbuh dia.

Ia membeberkan langkah ini merupakan langkah penyiapan bagi generasi muda menghadapi tantangan pembangunan kedepannya. Salah satunya di bidang digital yang diprediksi akan semakin berkembang pesat.

Bahkan, Menteri Erick menyebut generasi muda saat ini adalah ujung tombak pembangunan Indonesia.

Milenial, Gen-Z adalah ujung tombak pembangunan indonesia kedepan, tetapi tentu yang harus diantisipasi kan dengan adanya disrupsi daripada digital ini. Pekerjaan akan berubah, pekerjaan yang hari ini (ada) mungkin sepuluh tahun lagi tidak ada,” ujarnya.

“Nah itulah kenapa kita terus dorong sekarang,” tambah Erick.

 

2 dari 3 halaman

17 Juta Pekerjaan

Lebih lanjut, Erick memprediksi akan ada 17 juta pekerjaan yang nantinya membutuhkan talenta anak muda di sektor digital kedepannya. ini sejalan dengan kunjungannya ke daerah-daerah dan pesantren dan disampaikannya di hadapan anak muda.

“Tentu saya sendiri sering sekali turun ke pesantren, sekarang ketemu dengan pemuda di desa-desa di sekolah-sekolah tidak lain untuk menyampaikan juga mereka harus mengisi lapangan pekerjaan ini yang jumlahnya ada 17 juta,” paparnya.

Erick kembali menegaskan jenis pekerjaan yang harus nantinya diisi oleh kelompok muda ini adalah yang berkaitan dengan sektor digita. Diantaranya digital marketing hingga memanfaatkan industri game digital.

“Tetapi pekerjaan seperti apa? Pekerjaan yang melek digital ada yang hubungan dengan digital marketing. Digital marketing itu mempromosikan produk dengan social media. Nulis-nulis itu juga dapat uang, kedepan, yang namanya caption kata kerennya, itu nulis-nulis itu di social media,” katanya merinci.

“Dan juga jangan lupa, main game juga dapat uang nah ini perlu keahlian sendiri. Ini sayang kalau hal-hal ini diisi oleh bangsa lain. pemuda indonesia pemudi indonesia harus mau berubah,” tukasnya.

 

3 dari 3 halaman

Santri Magang

Menteri Erick menegaskan peran para santri sangat diharapkan di masa mendatang. Mantan bos Inter Milan ini diketahui membuka pintu seluas-luasnya bagi para santri untuk magang di BUMN.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dari para santri agar siap menghadapi tantangan global dan disrupsi teknologi.

"Kita di BUMN sudah membuka kesempatan untuk santri magang. Kita berikan kesempatan untuk mahasiswa, tapi santri tidak boleh ketinggalan," kata dia.

Erick juga menegaskan kembali pemanfaatan sumber daya Indonesia harus bisa meningkatkan perekonomian dalam negeri. Termasuk ekonomi masyarakat dan umat.

"Kita harus bersepakat, ekonomi untuk kita, pasar untuk kita dan sumber daya untuk kita," tutupnya.