Sukses

Top 3: Dampak Ekonomi Pembangunan Ibu Kota Baru

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah semakin mantap mewujudkan rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur. Pembangunan Ibu kota baru bisa memberikan dampak ekonomi baik dalam jangka pendek, menengah hingga dampak panjang. Dalam jangka pendek, pembangunan IKN Nusantara dapat mendorong kegiatan ekonomi melalui investasi infrastruktur di wilayah IKN dan sekitarnya.

Kemudian mendorong perdagangan antar wilayah, dan membuka kesempatan penciptaan lapangan kerja. Sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja.

Artikel mengenai dampak ekonomi dari pembangunan ibu kota negara baru menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Jumat 21 Januari 2022:

1. Sederet Dampak Ekonomi Pembangunan Ibu Kota Baru Nusantara

Pemerintah semakin mantap mewujudkan rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur. Pembangunan kawasan Ibu Kota Negara (IKN) menjadi proyek strategis nasional yang dinilai bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan nasional.

"IKN akan menjadi sumber pertumbuhan baru yang selanjutnya akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan percepatan kesejahteraan di wilayah sekitar IKN," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu.

Simak artikel selengkapnya di sini

 

2 dari 3 halaman

2. HEADLINE: Minyak Goreng Dipatok Rp 14.000 Seliter, Ampuh Atasi Harga Meroket?

Harga minyak goreng mengamuk sejak sebelum periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Harga minyak goreng sempat melambung hampir dua kali lipat atau 100 persen.

Biasanya atau normalnya, harga minyak goreng ada di kisaran 14 ribu per liter. Namun dalam dua bulan ini harganya melompat menjadi Rp 24 ribu per liter.

Banyak masyarakat mengeluh dengan kenaikan harga ini. Salah satunya adalah pengusaha warteg. Ketua Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, para pengusaha warteg tidak berani menaikkan harga makanan meskipun harga minyak goreng naik, karena takut ditinggal lari pelanggan.

Simak artikel selengkapnya di sini

 

3 dari 3 halaman

3. BI Akui Kena Serangan Ransomware, Ini Mitigasi yang Dijalankan

Bank Indonesia (BI) diduga telah menjadi korban serangan ransomware yang dilancarkan oleh geng bernama Conti. Hal ini diungkap pertama kali oleh platform intelijen dark web bernama Dark Tracer.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menjelaskan, Bank Indonesia menyadari adanya upaya peretasan berupa ransomware pada Desember 2021.

Tentu kejadian tersebut menyadarkan Bank Indonesia bahwa cyber attack dan cybercrime itu nyata. Bank Indonesia pun telah melakukan asesmen terhadap serangan tersebut.

Simak artikel selengkapnya di sini