Sukses

China Masih Jadi Tujuan Ekspor Utama RI di Desember 2021

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) merilis secara resmi tingkat ekspor pada Desember 2021. Tercatat sektor nonmigas masih mendominasi ekspor dari Indonesia dengan Tiongkok yang masih memuncaki tujuan ekspor nonmigas tersebut.

Kepada BPS, Margo Yuwono menuturkan tingkat ekspor nonmigas pada Desember 2021 tercatat sebesar USD 21,28 miliar atau turun dari ekspor nonmigas pada November 2021 yang tercatat USD 21,51 miliar.

Namun angka ini meningkat jika dibandingkan Desember 2020 atau secara year on year. Peningkatan terjadi sebesar 35,30 persen dari Desember 2020 lalu.

Margo menampilkan, pangsa ekspor nonmigas masih didominasi oleh Tiongkok yang mencatatkan sebesar USD 5,10 miliar atau 23,97 persen dari keseluruhan ekspor nonmigas. Kemudian diikuti Amerika Serikat sebesar USD 2,64 miliar atau sekitar 12,41 persen. Dan Jepang dengan USD 1,70 miliar atau 7,96 persen.

Kemudian, India dengan 5,58 persen, Malaysia dengan 4,56 persen, Korea Selatan dengan 3,62 persen, Singapura dengan 3,55 persen, Taiwan dengan 2,83 persen, Thailand dengan 2,69 persen dan Belanda dengan 2,25 persen.

“Karena kalau kita gabungkan negara-negara yang tergabung di ASEAN itu sharenya 18,49 persen atau setara USD 3,93 miliar. Sedangkan ke Uni Eropa sharenya 8,03 persen setara dengan USD 1,71 miliar,” tutur Margo.

 

2 dari 2 halaman

Pangsa Impor

Sementara itu, di sektor pangsa impor sendiri, Margo menyebut negara terbesar asal impor Indonesia masih diduduki oleh Tiongkok. Catatannya sekitar USD 6,23 miliar atau 34,68 persen dari total impor nonmigas pada Desember 2021.

Diikuti Jepang dengan USD 1,34 miliar atau 7,45 persen, dan Amerika Serikat dengan USD 940 Juta atau 5,25 persen.

Kemudian diikuti Australia dengan 5,08 persen, Thailand dengan 4,92 persen, Singapura dengan 4,88 persen, Korea Selatan dengan 4,81 persen, India dengan 3,56 persen, Malaysia dengan 3,15 persen, dan Taiwan dengan 2,25 persen.

“Kalau kita kelompokan menurut negara Asean itu share sudah 16,37 persen artian kita tergantungkan dengan ASEAN itu 16,37 persen atau setara dengan USD 2,94 miliar. Kemudian dengan Uni Eropa sebesar 7,35 persen atau pada Desember 2021 ini sebesar USD 1,32 miliar,” terangnya.