Sukses

Miliki Cadangan Daya Lebih dari 50 Persen, PLN Ajak Investor Masuk ke Indonesia

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) siap menerima investor membangun industri di Indonesia. Cadangan yang melimpah dan infrastruktur kelistrikan yang andal, menjadi bukti kesiapan PLN memberi pelayanan tanpa kedip bagi investor.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan pemerintah sudah siap menerima investor yang akan masuk ke Indonesia sejak lima tahun lalu. Ini ditandai dengan program 35 GW yang akan selesai pada 2023.

"Saat ini pasokan daya PLN sangat cukup dan kami siap untuk menyambut investor. Reserve margin (Cadangan Daya) kami di atas 50 persen dari beban puncak. Ini sangat cukup untuk memasok kebutuhan listrik industri," ujar Bob dalam keterangannya, Minggu (26/7/2021).

Tidak hanya pasokan daya saja. Dari sisi infrastruktur, PLN saat ini sudah punya transmisi dan gardu distribusi yang terkoneksi di seluruh Indonesia.

"Transmisi dan distribusi sudah menjangkau seluruh Indonesia. Artinya, semua titik sudah tersedia," tambah Bob.

Tak hanya dari sisi pasokan dan infrastruktur, Bob menjelaskan PLN sudah menyiapkan pelayanan berbasis digital yang bisa memudahkan pelanggan dalam memantau pemakaian listriknya.

Terlebih lagi, melalui PLN Mobile ini pelanggan bisa langsung berkomunikasi dengan PLN jika ada kendala.

Bagi pelanggan daya besar, PLN juga telah menyiapkan tim khusus melalui Priority Account Executive (PAE) yang akan berfokus melayani dan memberikan solusi atas kebutuhan pelanggan.

"Dengan sigap dan cepat PLN bisa langsung mengatasi permasalahan dan kebutuhan pelanggan," tambah Bob.

 

2 dari 2 halaman

Kerja Sama

Kerjasama dengan sektor Industri sudah dilakukan PLN seperti bersama GIIC Deltamas dan Pabrik Baterai di Karawang, di mana PLN siap memasok kebutuhan listrik di KNIC dan HKML Baterai Indonesia berapapun daya yang dibutuhkan.

Sedangkan untuk GIIC Deltamas, PLN siap memasok kebutuhan listrik ke pusat data berstandar internasional pertama di Indonesia tersebut.

Bob optimistis pertumbuhan ekonomi dan daya tarik Investor ke Indonesia makin membaik seiring dengan pemulihan ekonomi pascapandemi yang mulai terasa.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan konsumsi listrik yang mulai membaik. Bob mencatat hingga Agustus 2021 pertumbuhan konsumsi listrik tercatat capai 4,5 persen atau sebesar 166,17 Terra Watt Hour (TWh).

Sektor Industri sendiri, kata Bob mengalami pertumbuhan yang signifikan. Untuk Agustus dibandingkan tahun lalu tumbuh 10,51 persen. Sedangkan untuk Juli ke Agustus saja industri tumbuh 14 persen.

"Kami optimis hingga akhir tahun nanti, pertumbuhan konsumsi listrik akan membaik. Ini menjadi sinyal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi dan PLN siap berperan aktif dalam mendukung ini," tutup Bob.