Sukses

Kepala Keuangan Perusahaan Trump Dituduh Atas Pengemplangan Pajak

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan milik mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Trump Organization, bersama kepala keuangannya didakwa atas dugaan pengemplangan pajak.

Melansir BBC, Minggu (4/7/2021), sang kepala keuangan, Allen Weisselberg (73) menyerahkan diri ke pihak berwenang New York pada 1 Juli lalu.

Dirinya didakwa menghindari pajak atas pendapatan senilai USD 1,7 juta atau sekitar USD 24 miliar. Jaksa mengatakan, selama 15 tahun, penghindaran pajak yang dilakukan Weisselberg termasuk mobil mewah, biaya uang sewa dan biaya sekolah.

Meski menyangkut bisnisnya, tidak ada tuduhan yang diajukan terhadap Donald Trump secara pribadi. Padahal, menurut keterangan Jaksa, mantan presiden ini telah menandatangani beberapa cek terkait dengan kasus ini.

Trump Organization sendiri perusahaan induk milik keluarga yang mengelola hotel, klub golf, dan properti lainnya serta bisnis penawaran buku, acara TV, dan gedung pencakar langit.

 

2 dari 3 halaman

Tuduhan

Tuduhan yang diumumkan pada 1 Juli ini termasuk penipuan pajak dan pemalsuan catatan bisnis. Pada sidang di pengadilan pidana Manhattan, Jaksa Carey Dunne mengatakan kasus ini memiliki skema sweeping and audacious.

"Hal itu diatur oleh eksekutif paling senior yang secara finansial menguntungkan diri mereka sendiri dan perusahaan, dengan mendapatkan kenaikan gaji rahasia dengan mengorbankan pembayar pajak negara bagian dan federal," kata dia.

Kendati, pengacara perusahaan dan Weisselberg telah mengaku tidak bersalah atas penipuan pajak. Weisselberg siap untuk melawan tuduhan ini di pengadilan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini