Sukses

Pasien Covid-19 Naik Pupuskan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di Kuartal II-2021

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7-8 persen secara tahunan atau year on year (Yoy), pada kuartal II-2021. Proyeksi tersebut sejalan dengan tren pemulihan ekonomi yang terjadi belakangan ini.

Namun, kenaikan yang terjangkit Covid-19 telah memupuskan target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8 persen tersebut. 

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Pitter Abdullah memahami lonjakan kasus aktif Covid-19 di Indonesia akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021.

Hanya saja dampak tersebut masih minim, karena kuartal II sudah berjalan, di mana periode April dan Mei tidak ada lonjakan kasus. Meskipun ada itu terjadi karena adanya lebaran.

"Untuk target pertumbuhan triwulan 2 saya perkirakan juga akan terdampak. Tetapi minimal sekali. Tapi, tentu saja tidak akan mencapai target pemerintah yang di atas 7 persen," kata Piter saat dihubungi Merdeka.com, Minggu (20/6/2021).

Tingginya lonjakan kasus tersebut membuat pemerintah kembali melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan (PPKM) Mikro. Padahal tanpa adanya kebijakan tersebut, ekonomi domestik juga tidak akan berada setinggi ditetapkan pemerintah.

"Pertumbuhan ekonomi di triwulan II saya perkirakan masih akan positif di kisaran 3 hingga 4 persen," jelas dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tren pemulihan ekonomi terus berlanjut. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 dapat mencapai 7-8 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Kita melihat bahwa proyeksi pertumbuhan tetap diperkirakan antara 6,7 sampai dengan 7,5 persen. Pemerintah menyakini bahwa kuartal II ini kita mampu pada tujuh sampai delapan persen," kata Airlangga di Jakarta, dikutip Antara, Senin (7/6).

 Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Bila PSBB Ketat Berlaku, Pertumbuhan Ekonomi Hanya Bisa Sebesar Ini di Kuartal II

Pemerintah terus memberlakukan PPKM Mikro demi menekan kasus aktif Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia. Kebijakan ini diprediksi berdampak terhadap kondisi pertumbuhan ekonomi nasional.

Bahkan dampak lebih besar diprediksi bisa terjadi bila pemerintah balik berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, PSBB ketat akan melemahkan konsumsi rumah tangga yang tajam. Imbasnya ekonomi domestik kuartal II-2021 tidak bisa tumbuh dari target yang diinginkan pemerintah.

"Jika pemerintah balik PSBB ketat maka proyeksi di kuartal ke II tahun 2021 maksimal tumbuh 2-4 persen tidak setinggi proyeksi pemerintah yang 8 persen itu," kata Bima saat dihubungi Merdeka.com, Minggu (20/6/2021).

Bima memahami, Lebaran seakan jadi momen pemulihan daya beli, tapi karena risiko kesehatan naik maka faktor musiman Lebaran jadi tidak banyak membantu. Karenanya pertumbuhan ekonomi domestik periode April - Juni 2021 masih jauh dari harapan.

Sementara kuartal III dengan asumsi kondisi Covid-19 masih sama, maka proyeksi pertumbuhan ekonomi juga berisiko negatif. Pelaku usaha pun harus mewaspadai kontraksi tajam dari sekarang.

Menurut Bima, kuartal III situasinya akan makin kompleks karena mulai naiknya tekanan dari eksternal yakni normalisasi kebijakan moneter bank sentral AS. Rupiah cenderung melemah. Sementara harga minyak dunia yang naik memicu penyesuaian harga bbm non subsidi dan tarif listrik.

Selain itu kuartal III tidak ada momen kenaikan konsumsi, beda dengan kuartal ke II yang bertepatan dengan lebaran dimana konsumsi biasanya lebih tinggi dari periode lain.

"Masyarakat dan pengusaha harus jaga cashflow dan dana darurat. Optimisme perlu diganti dengan taktik yang realistis," jelas dia.

Lebih jauh Bima melihat sampai akhir tahun ekonomi Indonesia masih minus pertumbuhannya. Bahkan kemungkinan terburuknya bakal terjadi gelombang penutupan usaha.

"Saya proyeksikan akan terdapat gelombang penutupan usaha dan penundaan pembayaran utang perusahaan transportasi yang naik signifikan tahun ini.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini