Sukses

Mendag Prediksi Ekonomi Digital Sumbang 18 Persen dari Total PDB di 2030

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi tak memungkiri jika Indonesia saat ini tengah berhadapan dengan perubahan ekonomi digital yang begitu pesat.

Menurut perkiraannya, ekonomi digital dalam satu dekade ke depan akan menyumbang porsi yang semakin besar untuk produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Jadi kalau menurut hitungan dari Kementerian Perdagangan, GDP kita pada tahun 2020 ini sekitar Rp 15.400 triliun akan tumbuh menjadi Rp 24 ribu triliun pada 10 tahun yang akan datang," ungkapnya dalam sesi webinar, Kamis (17/6/2021).

"Pada saat yang bersamaan, perdagangan ekonomi digital akan tumbuh dari Rp 632 triliun pada tahun 2020, akan tumbuh sekitar delapan kali lipat menjadi Rp 4.531 triliun, atau 18 persen daripada GDP kita pada tahun 2030," jelasnya.

Mendag Lutfi memperkirakan, perusahaan e-commerce pada 2030 bakal menguasai pasar ekonomi digital, dengan porsi lebih dari 34 persen.

"Kemudian itu bisa b2b service 13 persen, corporate service dengan Rp 529 triliun akan jadi nomor dua, dan health tech-education juga menjadi hal-hal yang penting dalam ekonomi digital tersebut," sebutnya.

Oleh karenanya, dia menekankan, peran perdagangan di ekonomi digital menjadi sangat penting dan harus diatur oleh pemerintah ke depannya.

"Karena kalau tidak kita akan terus diuber-uber, terus dikejar-kejar oleh sesuatu yang sebenarnya sudah menjadi kenyataan yang ada di dunia, terutama di dunia digital ekonomi," ujar [Mendag](https://www.liputan6.com/tag/mendag "") Lutfi.

2 dari 3 halaman

Ekonomi Digital Indonesia Berpotensi Tumbuh hingga 8 Kali Lipat di 2030

Ekonomi digital Indonesia memiliki prospek yang sangat baik dan akan terus tumbuh berkali lipat. Di tahun 2020 lalu, ekonomi digital berkontribusi terhadap empat persen gross domestic product (GDP).

Sementara pada 2030 mendatang pertumbuhan GDP Indonesia akan tumbuh dari Rp 15.400 triliun menjadi Rp24.000 triliun di mana ekonomi digital kita diyakini juga akan tumbuh hingga delapan kali lipat dari saat ini yang berada pada angka Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, yang memberikan keterangan pers bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2021, selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Di Rp4.531 triliun tersebut e-commerce akan memerankan peranan yang sangat besar, yaitu 34 persen atau setara Rp1.900 triliun, kemudian diikuti oleh beberapa hal yang sangat penting yaitu B2B dengan besaran 13 persen atau setara Rp763 triliun, dan health tech akan menjadi Rp471,6 triliun atau 8 persen dari pertumbuhan," ucapnya, Kamis (10/6/2021).

Lutfi melanjutkan, pelaku perdagangan elektronik Indonesia memiliki level playing field yang sangat besar, mulai dari online travel, online media, ride hailing, hingga financial technology.

Meski demikian, terdapat beberapa hal yang mesti diperbaiki untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air. Beberapa di antaranya ialah infrastruktur telekomunikasi, perlindungan konsumen di era digital, sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi, hingga mengembangkan ekosistem digital itu sendiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: