Sukses

Sri Mulyani: Covid-19 Telan 67 Korban Jiwa Jajaran Kemenkeu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengaku sedih dampak pandemi Covid-19 di Indonesia sudah memakan bayak korban jiwa, termasuk anak buahnya. Tercatat selama 14 bulan lebih pandemi berlangsung, sebanyak 67 orang dari jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadi korban jiwa.

"Covid-19 telah menelan korban 67 jiwa dari jajaran Kemenkeu," kata Sri Mulyani seperti dikutip dari laman instargamnya @smindrawati Sabtu (22/5).

Meski begitu, total kasus positif Covid-19 dan tingkat kesembuhanya berada di lingkungan Kemenkeu sudah mencapai sebanyak 3.546. Pihaknya pun terus melakukan protokol kesehatan termasuk melakukan testing, pelacakan dan perawatan yang terpapar virus Covid-19.

Seperti diketahui, Jumlah kasus virus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Dari data Satgas Penanganan Covid-19 pada Jumat (21/5) sore ini, kasus positif di Tanah Air bertambah 5.746 kasus.

Dengan penambahan tersebut, total kasus positif corona di Indonesia kini sudah mencapai 1.764.644. Data Covid tersebut juga bisa diakses publik melalui situs Covid19.go.id.

Sementara, data yang sama menunjukkan bahwa ada penambahan pasien sembuh akibat Covid-19. Dalam sehari, jumlahnya bertambah 4.570 orang.

Sehingga, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Indonesia hingga saat ini mencapai 1.626.142 orang. Sedangkan, jumlah pasien yang meninggal setelah terpapar Covid-19 juga terus bertambah. Yakni ada 186 pasien Covid-19 yang tutup usia.

Dengan demikian, angka kematian akibat Covid-19 saat ini mencapai 49.073 orang sejak awal pandemi. Selain itu, pada hari ini ada kasus aktif tercatat sebanyak 89.429, jumlah spesimen yang diperiksa 92.052, dan suspek sebanyak 77.431 orang.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 4 halaman

Mitigasi Penyebaran Covid-19, Sri Mulyani Minta Pengajian Dilakukan Virtual

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada kelompok perempuan untuk lebih aktif memerangi pandemi Covid-19. Salah satu caranya dengan melakukan mitigasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

"Nah hari ini kita semua akan terus melakukan langkah-langkah untuk memitigasi atau minimalkan dampak dari Covid-19 protokol kesehatan penting sekali," jelas dia dalam acara TINTA IIQ, Jumat (7/5/2021).

Salah satu aksi mitigasi yang bisa dilakukan oleh kaum perempuan adalah melakukan kegiatan pengajian secara virtual. Dengan begitu, bisa membatasi kontak fisik secara langsung di masa kedaruratan kesehatan ini.

"Ibu sekalian-sekalian yang tetap melakukan pengajian bisa melakukan pengajian secara vicon (video conference)," papar Sri Mulyani.

Namun, jika terpaksa acara pengajian di gelar secara tatap muka langsung dia meminta adanya penerapan protokol kesehatan secara. Diantaranya menerapkan physical distancing, memakai masker, hingga menyediakan tempat cuci tangan.

"Karena (protokol kesehatan) itu perlu mencegah virusnya untuk tidak berkembang atau menular," tekannya.

Sri Mulyani menambahkan, dengan mitigasi tersebut kelompok perempuan tidak hanya berperan serta dalam memerangi pandemi Covid-19 namun juga turut mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional. Menyusul kembali pulihnya aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

"Dan kita dengan pembatasan ini kota berusaha terus memulihkan perekonomian Indonesia," beber Sri Mulyani. 

3 dari 4 halaman

Sri Mulyani: Pertempuran dengan Covid-19 Belum Selesai

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta, kepada jajarannya untuk tetap fokus dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19. Menurut dia, upaya penanganan pemerintah untuk mengendalikan pandemi belum selesai, sehingga memerlukan kerja bersama.

"Bahwa the battle is not over. Pertempuran ini belum selesai. Ini artinya kita harus terus memupuk motivasi kita, fokus kita, semangat kita, dan juga kemampuan kita di dalam terus mengikhtiarkan solusi-solusi bagi Indonesia," kata dalam pelantikan, di Kantornya, Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Dia menambahkan, peranan Kemenkeu dalam situasi dan tantangan yang seperti ini sangat luar biasa. Terlebih Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen strategis yang memiliki peranan luar biasa dalam menghadapi Covid-19.

"Ini adalah tugas yang mulia tugas tidak memilih waktu tugas, yang tidak memilih siapa yang mengemban jabatan, tetapi ini adalah sebuah tantangan yang hadir dan harus kita jawab," tegasnya.

Bendahara Negara itu menyebut, upaya pemerintah tak hanya menekan angka penyebaran kasus Covid-19 saja, melainkan juga berupaya memulihkan ekonomi. Namun di sisi lain, penyebaran Covid-19 tetap harus menjadi prioritas.

"Saat ini kita harus terus menjaga agar pandemi Covid-19 akan terus bisa terjaga pada tingkat yang rendah, dan pada akhirnya bisa kita atasi. Pada saat yang bersama-sama pemulihan ekonomi tanpa menyebabkan penyebaran covid meningkat," pungkas dia. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: