Sukses

Produk Pakaian Impor Hilang dari Aplikasi Keranjang Shopee, Ini Kata Kemendag

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan angkat suara terkait adanya produk pakaian impor yang menghilang dari aplikasi keranjang sebuah marketplace saat akan dibeli. Menurutnya, hal tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kebijakan yang buat oleh pemerintah.

Seperti diketahui, pemerintah memberikan subsidi ongkos kirim yang diarahkan khusus produk dalam negeri. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong program Bangga Buatan Indonesia.

"Ongkos kirim ini diarahkan untuk produk dalam negeri. Sehingga setiap marketplace (participants) akan mengarahkan pemberian gratis ongkos kirim ini untuk produk dalam negeri," ujarnya kepada merdeka.com, Senin (10/5/2021).

"Sekaligus upaya untuk memutus rantai penularan covid-19 jadi temanya selain Bangga Buatan Indonesia sekaligus Mudik Dalam Hati," lanjut Oke.

Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang pelanggan Shopee mengeluhkan beberapa produk impor yang hendak dibeli tiba-tiba menghilang dari aplikasi keranjang. Jenis produk yang dibelinya yakni baju-baju yang dibeli dari toko yang ada di China.

"Kemarin buka keranjang Shopee baju-baju impor hilang semua," tulis Aurelia V lewat akun twitter @senjatanuklir, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Dalam cuitan tersebut, dia menceritakan segera menghubungi toko online yang menjual produk tersebut. Hasil konfirmasinya menyebutkan toko tersebut ditutup lantaran adanya kebijakan pemerintah Indonesia mengenai impor tekstil.

"Akhirnya chat salah satu toko baju Cina, ternyata katanya ada kebijakan pemerintah Indonesia mengenai impor tekstil. Buat yg punya link beritanya, drop di bawah ya," sambungnya.

 

 

2 dari 3 halaman

Tanggapan Shopee

Menanggapi itu, Kepala Kebijakan Publik, Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo mengatakan penutupan toko yang menjual produk tekstil dari luar negeri memang dilakukan Shopee Indonesia. Namun, penutupan tersebut bukan karena kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Sebaliknya, kebijakan tersebut murni berasal dari perusahaan dalam rangka menciptakan ekosistem jual-beli yang nyaman bagi pembeli dan penjual di e-commerce Shopee.

"Kebijakan ini merupakan kebijakan Shopee, untuk menciptakan ekosistem dan pengalaman belanja yang lebih baik," kata Radityo melalui keterangan tertulisnya kepada merdeka.com.

Shopee Indonesia saat ini sedang mengkaji ulang kebijakan produk yang bisa dijual dalam platform belanja online ini. "Shopee sedang mengkaji ulang kebijakan produk yang boleh dijual di Shopee," kata dia.

Meski begitu, produk yang disukai para pembeli juga dapat ditemukan di halaman Bangga Buatan Indonesia. Produk karya anak bangsa ini pun memiliki promosi gratis ongkir, diskon, dan voucher pilihan.

"Produk yang disukai para pembeli juga dapat ditemukan di halaman Bangga Buatan Indonesia, dengan gratis ongkir, diskon, dan voucher pilihan," kata dia mengakhiri.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: