Sukses

Pengusaha Ibaratkan Melawan Pandemi Seperti Perang, Butuh Pejuang Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang Indonesia dan Industri (Kadin) Indonesia harus bisa merangkul semua pengusaha dari berbagai macam latar belakang. Selain itu, dengan banyaknya tantangan ekonomi ke depan, Kadin harus lebih inklusif dan kolaboratif.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid dalam acara deklarasi dukungan Kadin Banten yang digelar di kediaman Ketua Kadin Banten, di Lebak, Banten.

"Bukan hanya pengusaha besar, tapi pengusaha menengah, pengusaha kecil pengusaha mikro, semua itu harus dihormati dengan hal yang sama, dan itu harus menjadi satu rumah, rumah itu di Kadin," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/5/2021).

Arsjad Rasjid yang juga merupakan Calon Ketua Umum Kadin Indonesia Periode 2021-2026, mengatakan pengusaha dari berbagai macam latar belakang dan skala, harus bisa bekerja sama dengan baik. Selain itu kerjasama yang baik juga harus dibangun antara pengusaha dengan pemerintah.

"Di sini lah saya bilang inklusif-kolaboratif. Kolaboratifnya antara pengusaha dengan pengusaha, anatar pengusaha kecil dengan pengusaha besar, pengusaha besar dengan pengusaha besar, juga antara pengusaha dengan pemerintah," ujarnya.

Arsjad Rasjid yang juga merupakan Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk itu menyebut selama ini para pengurus Kadin sudah berusaha membangun Kadin yang inklusif dan kolaboratif. Kedepannya, hal tersebut harus bisa lebih disempurnakan.

Arsjad Rasjid juga menjelaskan bahwa kondisi Kadin yang ideal, dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi Indonesia, yang saat ini masih terganggu akibat Pandemi Covid-19.

"Kita harus ingat, karena kita lagi mengalami perang, perang ekonomi, kita harus menyiapkan pejuang, pejuang ekonomi," terangnya.

2 dari 3 halaman

Kolaborasi Pengusaha-Pemerintah Jadi Motor Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid menilai pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 butuh sinergitas segala sektor bukan hanya pelaku usaha.

Menurut Arsjad, pemulihan ekonomi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, seluruh sektor harus bersinergi bersama-sama baik pelaku, pemerintah, serta sektor lain. Karena itu, Kadin perlu mengambil peran untuk menjalin kemitraan yang baik antara pelaku usaha dengan pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten atau kota.

Menurut Arsjad, sinergitas itu untuk menentukan sektor usaha mana yang perlu dimaksimalkan, dan perku diingat potensi masing-masing daerah berbeda. Termasuk bisa bersinergi dengan pemerintah. Juga, perlu memiliki sikap inklusif, kolaboratif .

Inklusif artinya menjadikan Kadin harus bisa merangkul setiap pelaku usaha dengan beragam skala dan jenis industri. Kadin, harus tumbuh secara inklusif. Kolaboratif menjadikan Kadin sebagai tempat bekerja sama untuk membantu sektor kesehatan dan perekonomian Indonesia.

Ketua umum Kadin Maluku, Muhammad Armyn Syarif Latuconsina menilai, majunya Arsjad Rasjid sebagai calon Ketum Kadin Indonesia secara langsung memberikan harapan baru, terhadap Kadin yang ada di seluruh provinsi. Visi untuk berkolaborasi, bersinergi, tidak inklusif, menjadi penting di tengah tantangan ekonomi berat.

"Jika beliau menjadi ketum Kadin Indonesia menjadi harapan. Kami yakin, Arsjad Rasjid mampu merubah semua itu hingga lebih jelas lagi," kata Muhammad Armyn Syarif Latuconsina dikutip Selasa (27/4/2021).

Menurut dia, Maluku mempunyai kepentingan pembangunan Ambon new port, sebagai penunjang Lumbung Ikan Nasional (LIN). Sedangkan saat ini Arsjad menjabat Wakil ketua umum bidang pengembangan pengusaha nasional, sehingga paham betul mengenai sektor pengembangan di Kadin wilayah.

"Jadi sudah seharusnya kita mendukung beliaunya menjadi ketum Kadin Indonesia Periode 2021-2026, guna mendukung kemajuan Kadin di daerah ke depan," katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: