Sukses

Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Ini yang Harus Dibenahi

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memiliki deretan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan segera untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 7 persen di kuartal II 2021. Salah satunya pekerjaan itu realisasi belanja Kementerian Lembaga (K/L) dan mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi nasional.

“Pekerjaan rumah (PR) di kuartal II, kami akan terus mendorong percepatan belanja negara hanya PEN, tapi belanja K/L” ujar Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha dalam diskusi FMB, Kamis (6/5/2021).

Untuk mendorong akselerasi belanja K/L, pemerintah memastikan akan terus memantau dan berkoordinasi untuk mengindentifikasi K/L yang penyerapannya masih rendah dan kendalanya.

Sementara itu, jika ada K/L tidak bisa mempercepat realisasi belanjanya maka anggarannya dapat direalokasi kepada program-program yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan prioritas pemerintah.

“Jika program enggak bisa jalan maka kita bisa realoaksi ke program-program yang lebih tepat sasaran dan lebh sesuai perioritas kita. Jika kendala masalah dokumentasi dan administrasi dapat kita selesaikan untuk mempercepat belanja di kuartal II,”tegasnya.

Dengan demikian, Kunta berharap langkah pemerintah untuk mempercepat belanja dapat berimplikasi positif terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal II.

Di sisi lain, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tersebut Kementerian Keuangan juga meminta pemerintah daerah untuk segera merealisasikan belanjanya untuk dapat memberikan stimulus bagi masyarakat sehingga permintaan dapat meningkat.

 

2 dari 3 halaman

Realisasi Anggaran PEN

Seperti diketahui, hingga akhir April 2021, realisasi PEN mencapai Rp 155,63 triliun. Realisasi anggaran ini telah mencapai 22,3 persen dari pagu yang disediakan sebesar Rp 699,43 triliun.

Realisasi untuk kesehatan sebesar Rp 21,15 triliun atau 12,1 persen dari pagu Rp 175,52 triliun, perlindungan sosial terealisasi Rp 49,07 triliun atau 32,7 persen dari pagu Rp 150,88 triliun, program prioritas terealisasi Rp 18,98 triliun atau 15,3 persen dari pagu Rp 125,17 triliun.

Sementara itu, realisasi dari program dukungan UMKM dan korporasi adalah Rp 40,23 triliun atau 20,8 persen dari pagu Rp 191,13 triliun. Selanjutnya, untuk realisasi insentif usaha sebesar Rp 26,20 triliun atau 46,2 persen dari pagu Rp 56,72 triliun.

Untuk perlindungan meliputi Program PKH sebesar Rp 13,72 triliun atau 47,8 persen, Kartu Sembako sebesar Rp 11,91 triliun atau 26,4 persen, BST sebesar Rp 11,11 triliun atau 92,6 persen dan BLT Desa sebesar Rp 1,78 triliun atau 12,4 persen.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: