Sukses

Menko Airlangga Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 7 Persen di Kuartal II 2021

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yakin pertumbuhan ekonomi bakal mencapai 6,7 persen hingga 7 persen di kuartal II 2021.

Airlangga bilang, berdasarkan data pemerintah, pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2020 relatif rendah dibandingkan kuartal I 2020 yaitu Rp 2.703,1 triliun.

"Kalau kita lihat di kuartal II tahun kemarin, 2020, itu angkanya adalah Rp 2.589,8 triliun, sehingga tentu ini sangat rendah dan apabila PDB kita harga konstan sama saja dengan yang dilakukan di bulan kuartal pertama, maka dia sudah melompat 5,62 persen," ujar Airlangga.

Kemudian, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur juga meningkat menjadi 54,6 dengan pertumbuhan industri yang cukup baik sejak bulan April, seperti ritel.

"Kemudian kita lihat dari pertumbuhan belanja kita terjadi lonjakan di bulan April, belanja nasional naik 32,48 persen. Penggunaan kartu kredit, ATM dan lainnya mencapai Rp 668,7 triliun. Demikian pula digital banking mencapai Rp 3.025,6 triliun," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penyaluran stimulus pajak, penjaminan kredit, restrukturisasi kredit perbankan, subsidi KUR dan bantuan lainnya untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Dan juga program pemerintah seperti Kartu Prakerja terus dilaksanakan dengan insentif yang disalurkan mencapai Rp 2,78 triliun," ujarnya.

Dengan demikian, Airlangga yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal mencapai angka yang diharapkan di kuartal II 2021 mendatang.

"Oleh karena itu, pemerintah confident bahwa angka 6,9 ataupun 7 persen itu bisa dicapai di kuartal II," tandasnya.

 

2 dari 3 halaman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus 0,74 Persen di Kuartal I 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 minus 0,74 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto dalam laporan pertumbuhan ekonomi hari ini.

"Pertumbuhan Ekonomi kita mengalami kontraksi 0,74 persen di triwulan I 2021," kata dia, Rabu (5/5/2021).

Secara kuartal to kuartal (qtq), Suhariyanto melanjutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih terkontraksi minus 0,96 persen.

Meski demikian, dia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia telah jauh membaik dibanding kuartal-kuartal sebelumnya. Dimana secara yoy pada kuartal II 2020 minus 5,32 persen, pada kuartal III minus 3,49 persen, dan minus 2,19 persen di kuartal IV.

"Kita memang masih mengalami kontraksi, tapi ini jelas telah menunjukan adanya perbaikan dibanding kuartal-kuartal sebelumnya," ujar Suhariyanto.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: