Sukses

Top 3: India Sukses Keluar dari Jurang Resesi

Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi India berhasil tumbuh positif pada kuartal IV 2020, mengakhiri resesi tempat waktu untuk kemudian memerangi tantangan baru yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Kementerian Statistik India mencatat, pertumbuhan domestik bruto (GDP) Negeri Bollywood tumbuh 0,4 persen pada triwulan akhir 2020 lalu pasca turun minus pada dua kuartal sebelumnya. 

India jadi salah satu negara yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal IV 2020.

Artikel mengenai bangkitnya India dari resesi tersebut menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu 28 Februari 2021:

1. Akhiri Lockdown, India Sukses Keluar dari Jurang Resesi

Ekonomi India berhasil tumbuh positif pada kuartal IV 2020, mengakhiri resesi tempat waktu untuk kemudian memerangi tantangan baru yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Kementerian Statistik India mencatat, pertumbuhan domestik bruto (GDP) Negeri Bollywood tumbuh 0,4 persen pada triwulan akhir 2020 lalu pasca turun minus pada dua kuartal sebelumnya. 

India jadi salah satu negara yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal IV 2020. Pencapaian itu ditopang oleh peningkatan belanja pemerintah, kegiatan ekonomi yang kembali dibuka setelah lockdown, terutama didorong oleh konsumsi domestik. 

Pertumbuhan ekonomi India tumbuh positif berkat beberapa capaian. Seperti angka manufaktur naik 1,6 persen karena ekonomi yang dibuka pasca lockdown, jasa keuangan dan real estate tumbuh 6,6 persen, hingga sektor agrikultur yang meningkat 3,9 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

Baca artikel selengkapnya di sini

2 dari 4 halaman

2. Masyarakat Kini Boleh Produksi Miras, Apa Syaratnya?

Masyarakat saat ini diperbolehkan untuk memproduksi minuman keras (miras). Hanya saja bukan sembarang miras. Hanya miras yang menjadi bagian dari budaya dan kearifan lokal setempat, salah satunya Arak Bali.

Seperti untuk wilayah Provinsi Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan minuman Arak Bali, Brem Bali dan Tuak Bali menjadi usaha yang sah untuk diproduksi dan dikembangkan, seiring berlakunya Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

"Perpres Nomor 10 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 2 Februari 2021 ini merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja," kata Koster seperti dikutip dari Antara, Sabtu (27/2/2021).

Baca artikel selengkapnya di sini

3 dari 4 halaman

3. Utang Pemerintah 2020 Duduki Peringkat 154 di Dunia

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo meminta masyarakat dapat dengan bijak melihat posisi utang pemerintah sepanjang 2020. Dia ingin masyarakat tidak hanya sekedar menilai namun mesti ada pembandingan jelas dalam melihat posisi utang Indonesia.

Berdasarkan data World Economic Outlook database 2020 milik IMF, diantara 187 negara, utang pemerintah di tahun 2020 berada di peringkat 154 dunia. Yakni hanya mencapai sekitar 38 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Menilai itu membandingkan. Baiklah kalau tak boleh bicara aman dan lebih baik. Ini sekadar peringkat rasio utang terhadal PDB. Di dunia, Kita sekitar urutan 154 (rendah banget), di ASEAN hanya di atas Kamboja dan Brunei," jelas dia seperti dikutip dari akun Twitternya @prastow, Sabtu (27/2/2021).

Berdasarkan posisi data, posisi utang Kamboja selama 2020 lebih rendah hanya mencapai sebesar 31,47 persen dari PDB negara tersebut. Sementara posisi utang Brunei Darussalam hanya mencapai 3,20 persen dari PDB.

Baca artikel selengkapnya di sini

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: