Sukses

Kadin Ingin Swasta Diberi Akses Vaksinasi Mandiri

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan akses vaksin mandiri bagi pihak swasta. Hal ini guna mendorong percepatan vaksinasi secara nasional, khususnya bagi pekerja agar roda perekonomian bisa terus berjalan.

"Jika vaksinasi ini bisa cepat dilakukan bagi karyawan, pekerja maupun kalangan dunia usaha, harapannya akan mempercepat pemulihan ekonomi juga," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (14/1/2021).

Oleh sebab itu, katanya, izin pemerintah kepada swasta untuk melakukan vaksinasi mandiri kepada karyawannya sangat ditunggu.

"Bahkan akan lebih baik jika diberikan kesempatan melakukan vaksin mandiri, tidak hanya untuk karyawan saja tapi juga untuk keluarga karyawan," sambung Rosan.

Menurutnya, pihak swasta dapat membantu mendistribusikan vaksin yang ada dalam daftar Kementerian Kesehatan dan sudah mendapatkan izin dari BPOM kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang ada. Hal ini bertujuan untuk mempercepat vaksinasi.

Rosan pun menyambut baik kehadiran vaksin Covid-19 di Indonesia. Vaksinasi disebut membawa harapan bagi pemulihan ekonomi dan dunia usaha di masa mendatang.

"Kita tentunya menyambut baik dan sangat mengapresiasi pemerintah, karena memang inilah yang kita butuhkan kedepannya agar sektor kesehatan dan ekonomi yang terdampak bisa terkendali dan tumbuh di tahun 2021," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Ketua Kadin Cerita Pengalaman Divaksin Covid-19 Pertama: Enak, Semangat, Nyaman

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, memberikan kesannya pasca menerima penyuntikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac perdana di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 13 Januari 2021.

Pria yang hadir selaku perwakilan pengusaha ini menceritakan pengalamannya setelah disuntik vaksin Covid-19, yang menurutnya tidak terasa menyakitkan dan berdampak setelahnya.

"Alhamdulillah, yang dirasakan sekarang enak, semangat, nyaman, enggak ada keluhan apa-apa Alhamdulillah," ujar Rosan, Rabu (13/1/2021).

Dia kemudian menceritakan proses penyuntikan yang dimulai dengan pengecekan seperti tensi darah oleh tim dokter, untuk kemudian ditanyakan riwayat kesehatannya dan setelah itu kembali dicek persyaratan dan memulai vaksinasi.

"Enggak lebih dari 5 menit divaksinnya, Alhamdulillah, dan saya merasa segar-segar selalu," ungkap Rosan.

Rosan pun mengatakan, proses vaksinasi bukan berarti selesai begitu saja. Dia menyampaikan, penerima vaksin Covid-19 dari Sinovac tahap pertama ini akan kembali disuntik untuk yang kedua kali 14 hari setelahnya, tepatnya pada 27 Januari 2021.

"Dokumennya setelah 30 menit (pasca penyuntikan) baru nanti diambil lagi. Dan pada tanggal 27 (Januari 2021), 14 hari kemudian akan dilakukan vaksin kedua," pungkas Rosan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: