Sukses

Harga Emas Pegadaian Naik Lagi per 13 Januari 2021, Simak Rinciannya

Liputan6.com, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menawarkan jasa jual dan beli emas. Layanan ini melengkapi jasa gadai yang telah ditawarkan sebelumnya.

Ada beberapa jenis emas yang dijual oleh perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1901 di Sukabumi Jawa Barat ini. Jenis emas yang terdaftar adalah emas Antam, emas Retro, emas Batik, dan emas UBS. Semua jenis emas itu hanya tersedia di outlet Pegadaian.

Setiap harinya harga emas yang dijual terus berubah. Pada Rabu, 13 Januari 2021, harga emas di Pegadaian terpantau naik jika dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berikut ini daftar lengkap dan terbaru harga emas PT Pegadaian (Persero) pada 13 Januari 2021:

 

Harga Emas Antam

- 2,0 gram = Rp1.936.000 

- 3,0 gram = Rp2.877.000

- 5,0 gram = Rp4.760.000

- 10,0 gram = Rp9.460.000

- 25,0 gram = Rp23.519.000

- 50,0 gram = Rp46.955.000

- 100,0 gram = Rp93.827.000

- 250,0 gram = -

- 500,0 gram = -

- 1000,0 gram = -

 

Harga Emas Antam Retro

- 0,5 gram = Rp464.000

- 1,0 gram = Rp927.000

- 2,0 gram = Rp1.853.000

- 3,0 gram = Rp2.778.000

- 5,0 gram = Rp4.629.000

- 10,0 gram = Rp9.257.000

- 25,0 gram = Rp23.142.000

- 50,0 gram = Rp46.283.000

- 100,0 gram = Rp92.566.000

 

Harga Emas Antam Batik

- 0,5 gram = Rp626.000

- 1,0 gram = Rp1.157.000

 

Harga Emas UBS

- 0,5 gram = Rp510.000

- 1,0 gram = Rp955.000

- 2,0 gram = Rp1.894.000

- 5,0 gram = Rp4.678.000

- 10,0 gram = Rp9.304.000

- 25,0 gram = Rp23.215.000

- 50,0 gram = Rp46.333.000

- 100,0 gram = Rp92.628.000

- 250,0 gram = Rp231.500.000

- 500,0 gram = Rp462.454.000

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

 

2 dari 3 halaman

Harga Emas Kembali Naik Usai Anjlok dalam Sepekan

Harga emas naik pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena dolar AS dan imbal hasil Treasury menurun. Sementara prospek inflasi yang lebih tinggi didorong oleh lebih banyak stimulus fiskal AS memberikan dukungan lebih lanjut kenaikan harga logam mulia ini.

Dikutip dari CNBC, Rabu (13/1/2021), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.848,31 per ounce. Pada hari Senin, harga menyentuh level terendah sejak 2 Desember.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,4 persen pada USD 1.844,20.

"Kesediaan investor untuk membeli utang AS meningkatkan kepercayaan pada aset AS karena saham menguat dan dolar tergelincir, keduanya membantu harga emas sedikit menguat," kata Tai Wong, Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia di BMO.

Indeks dolar tergelincir 0,3 persen terhadap mata uang lain, sementara imbal hasil treasury AS 10-tahun turun ke sesi terendah 1,146 persen setelah lelang 10 tahun yang kuat.

“Akan ada paket stimulus besar yang harus mendukung pasar emas, tidak hanya dapat merangsang permintaan tetapi juga mendorong ide-ide dari beberapa masalah inflasi harga,” kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan orang Amerika membutuhkan lebih banyak bantuan ekonomi dari pandemi COVID-19 dan bahwa dia akan menyampaikan rencana yang menelan biaya triliunan dolar.

Emas umumnya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas.

Namun, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi telah menantang status itu baru-baru ini karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara emas masih rentan dalam jangka pendek terhadap kenaikan dolar dan imbal hasil, "gambaran makro masih positif untuk emas," kata Nicholas Frappell, manajer umum global di ABC Bullion.

Selain harga emas, harga perak naik 2,3 persen menjadi USD 25,49 per ounce. Harga platinum naik 3,3 persen menjadi USD 1.065,42 dan paladium naik 0,4 persen menjadi USD 2.381,18.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: