Sukses

Menteri Edhy Susul Luhut ke AS, Ada Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kini tengah berkunjung ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu dengan Donald Trump. Kunjungan itu dilakukan untuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai USD 750 juta, atau setara Rp 10,5 triliun.

Tak hanya Menko Luhut, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo juga tengah bertolak ke Negeri Paman Sam. Hal itu disampaikannya saat jadi pembicara di acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-5, Kamis, 19 November 2020.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Edhy mengabarkan dirinya tengah berada di Konsulat Jenderal RI di Los Angeles, Amerika Serikat. Dia pun berbincang dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bahwa dirinya hendak terbang ke Hawaii untuk urusan di sektor perikanan.

"Mohon izin saya menggunakan kantor cabang ibu di LA, karena kebetulan saya sedang tugas untuk menuju ke Hawaii dalam rangka mengunjungi Ocean Institute," kata Menteri Edhy, Kamis (19/11/2020).

Edhy menyampaikan, tujuannya berangkat ke Hawaii adalah untuk mempelajari produksi benih-benih udang, khususnya vaname, yang hendak ia kembangkan di Tanah Air.

"Kebetulan karena sekarang kita sedang galakkan produksi udang nasional, salah satunya adalah vaname. Jadi, kita harus menjaga jangan sampai kita di benihnya kesulitan," ujar Menteri Edhy.

Dia pun bercerita alasan mengapa dirinya harus mampir dulu ke Los Angeles. Hal itu karena protokol yang ditetapkan Pemerintah Amerika Serikatselama masa pandemi Covid-19.

"Harus melalui LA karena jalannya harus mengikuti prosedur Covid-19 dari Pemerintah Amerika harus melalui mainland dulu, enggak bisa langsung ke Hawaii. Tapi Alhamdulillah, demi urusan negara Insya Allah semuanya lancar," pungkasnya.

2 dari 4 halaman

Bertemu Donald Trump di Gedung Putih, Ini yang Disampaikan Menko Luhut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan salam, ucapan terima kasih, dan penghargaan dari Presiden Joko Widodo atas dukungan Presiden Donald Trump terhadap kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat selama ini.

Hal ini disampaikan Luhut saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Trump di Gedung Putih, Selasa, 17 November 2020 waktu setempat.

"Saya atas nama Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Donald Trump," kata Luhut, Rabu (19/11/2020).

Dia menyampaikan Indonesia berterima kasih kepada Amerika Serikat yang telah secara khusus memberikan fasilitas GSP oleh USTR kepada Indonesia.

Baginya, siapa pun pemenang Pemilihan Presiden Amerika Serikat, Indonesia akan tetap menjaga hubungan baik dengan Negeri Paman Sam tersebut.

"Apa pun hasil resmi Pemilu AS, pertemanan tetap perlu dijaga. Kita akan selalu menjadi kawan," kata dia.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan tersebut ingin hubungan Amerika Serikat dengan Indonesia terus berjalan dengan baik di masa depan.

"Saya juga berharap komunikasi yang baik seperti ini dengan Gedung Putih dapat juga terjalin setelah Januari 2021 nanti," ujar Luhut Pandjaitan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Donald Trump juga menyampaikan salam dan terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo atas kerja sama selama ini.

Dia menyampaikan penilaian positif atas peningkatan hubungan ekonomi kedua negara selama ini.

3 dari 4 halaman

Bertemu Wapres AS

Selain bertemu dengan Presiden Donald Trump, Luhut juga diterima oleh Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence di kantornya. Pence menawarkan kerja sama produksi vaksin bersama antara Perusahaan Amerika Serikat dan Indonesia.

Sementara itu pada pertemuan terpisah, dengan National Security Advisor (NSA) Robert O’ Brien, Luhut melakukan pembahasan kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang pertahanan dan teknologi, serta bertukar pandangan mengenai geopolitik global.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: