Sukses

Ridwan Kamil Ingatkan Ekonomi Pangan Desa Jadi Bisnis yang Tak Terpengaruh Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta kepada seluruh kepala daerah dapat memaksimalkan sektor pertanian dan ketahanan pangan di lingkungan daerah masing-masing.

Apalagi sektor tersebut menjadi salah satu yang mampu bertahan dibandingkan lainnya dari dampak pandemi Covid-19.

"Maka di masa depan kalau mau hidup dengan bisnis yang sifatnya tidak terpengaruh itu adalah ekonomi pangan di desa," kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Dia mengatakan, swasembada pangan sendiri saat ini menjadi fokus penting yang terus dilakukan di Jawa Barat.

Pihaknya juga terus maksimalkan sektor pertanian dan ketahanan pangan dengan pemanfaatan teknologi digital.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat bahwa sektor pangan dan pertanian merupakan zona ekonomi yang paling kuat bertahan dari dampak pandemi Covid-19. Sebaliknya, sektor jasa dan manufaktur menjadi zona yang paling terpukul.

Persentase penurunan pertumbuhan ekonomi untuk sektor pangan dan pertanian hanya 0,9 persen dari 4,1 persen. Sementara sektor jasa dan manufaktur mengalami penurunan dari 7,2 persen menjadi 2,4 persen.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai data tersebut mengindikasikan bahwa pertanian adalah zona ekonomi yang paling tangguh terhadap interupsi Covid-19. Terlebih ada banyak faktor yang menjadi penguat.

Ditinjau dari sisi epidemiologi, virus corona mayoritas menyebar di perkotaan atau kawasan padat penduduk. Artinya, pertanian yang mayoritas tidak berada di perkotaan relatif lebih aman.

"Jauh dari kerumunan, jauh juga dari COVID-19. Maka kota lebih banyak kasusnya dibandingkan kabupaten," kata dia melalui keterangan pers yang diterima, Sabtu (20/6).

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Dukung Pertanian, Pemerintah Bangun Irigasi hingga Jembatan Gantung di Jabar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendukung proyek infrastruktur kerakyatan di Provinsi Jawa Barat dalam rangka menjaga produktivitas pertanian yang berkelanjutan, demi terwujudnya ketahanan pangan nasional. Jawa Barat sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional memiliki potensi besar di sektor pertanian

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur kerakyatan utamanya berupa peningkatan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi yang bertujuan untuk mendukung produktivitas masyarakat perdesaan. Sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Beberapa infrastruktur kerakyatan yang telah selesai dikerjakan di Jawa Barat adalah pembangunan saluran irigasi tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Margahayu Kabupaten Tasikmalaya. Pembangunan infrastruktur tersebut dikerjakan oleh petani/ penduduk setempat dengan diberikan upah sehingga menambah penghasilan," ujar dia di Jakarta, Sabtu (19/9).

Menurut Basuki kegiatan ini merupakan bagian dari Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) yang utamanya bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19.

Dengan tambahan penghasilan bagi petani tersebut, diharapkan jumlah uang yang beredar di desa meningkat dan menjadi stimulan pemulihan ekonomi lokal.

Sehingga pengelolaan sumber daya air dan irigasi terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Selain itu, kementeriannya juga telah membangun banyak bendungan di berbagai daerah dan selanjutnya akan diikuti dengan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas sentra-sentra pertanian.

P3TGAI dilaksanakan dengan metode Swakelola - Pola Pemberdayaan – Partisipatif – Padat Karya dengan anggaran Rp 225 juta. Anggaran untuk pembangunan fisik sebesar 87 persen atau Rp 195 juta dan pendampingan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebesar 13 persen atau Rp 30 juta sehingga menciptakan penyerapan tenaga kerja.

Selanjutnya pembangunan infrastruktur dasar melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

  • Ridwan Kamil adalah Wali Kota Bandung yang menjabat periode 2013-2018. Sebelum menjadi Wali Kota, ia dikenal sebagai dosen dan arsitek
    Ridwan Kamil adalah Wali Kota Bandung yang menjabat periode 2013-2018. Sebelum menjadi Wali Kota, ia dikenal sebagai dosen dan arsitek
    Ridwan Kamil
  • Pangan