Sukses

Kartu Prakerja Bisa Hangus, Ayo Segera Manfaatkan

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja membeberkan adanya kemungkinan kepesertaan prakerja yang dicabut. Hal ini sesuai dengan Permenko 11/2020 tentang kartu prakerja.

Dimana jika dalam kurun waktu tertentu setelah dinyatakan lolos sebagai peserta tidak segera mendaftar pelatihan, maka kepesertaannya akan dicabut.

Untuk itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menghimbau kepada peserta yang dinyatakan lolos untuk segera membeli paket pelatihan.

“Dalam Permenko 11/2020, disebutkan bahwa peserta atau penerima Kartu Prakerja yang dalam waktu 30 hari sejak diumumkan sebagai penerima kartu prakerja, apabila tidak menggunakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah dalam waktu 30 hari maka akan dicabut kepesertaannya,” jelas Denni, Rabu (16/9/2020).

Dengan demikian, maka jumlah peserta Kartu Prakerja ini bersifat dinamis. Artinya, kuota yang tersisa akan terus mengalami penyesuaian jika ditemukan adanya kepesertaan yang dicabut. Adapun penerima manfaat yang ditargetkan pemerintah yakni 5,6 juta orang. Sementara PMO mencatat saat ini sudah ada 4,6 juta penerima manfaat.

“Nah ketika dicabut kepesertaannya ini kan berarti ada katakanlah uang yang tidak dipakai. Itu kemudian bisa kita realokasi untuk peserta-peserta baru,” imbuh Denni.

Sebagai informasi, setiap peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan total manfaat sebesar Rp 3,55 juta. Sebesar Rp 1 juta untuk membeli paket pelatihan. Rp 2,4 juta berupa insentif berupa dana tunai dan Rp 150 ribu sebagai fee mengikuti dan mengisi survei.

2 dari 2 halaman

Penasaran, Cari Tahu Proses Bisa Lolos Kartu Prakerja

Pendaftar Kartu Prakerja hingga gelombang kedelapan yang telah melakukan registrasi di situs resmi www.prakerja.go.id mencapai total 23 juta. Dari jumlah ini, 18 juta diantaranya telah dinyatakan lolos.

“Kenapa sampai ada perbedaan 23 juta ke 18 juta, itu karena memang sebagian besar banyak salah ketik menulis email. Kedua, email kadang penuh, sudah lama tidak aktif, masuk spam, dan sebagainya. Jadi pastikan saja pendaftar prakerja untuk sangat teliti," kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari dalam diskusi virtual, Selasa (15/9/2020).

Dari 18 juta peserta yang lolos tahap awal, kemudian dilakukan validasi NIK melalui kerjasama dengan dukcapil. Jumlah peserta yang lolos hingga tahap ini mencapai 13,4 juta orang.

“Ini sudah NIK KK tanggal lahir persis dengan ada di dukcapil. Kemudian verifikasi layer ketiga, nomor telepon, cara verifikasi adalah dengan mengirim sms OTP ke tiap pendaftar ini yang lolos hampir 12 juta,” kata Denni.

Memastikan data, termasuk mencantumkan nomor telepon yang benar saat pendaftaran kartu prakerja menjadi hal yang penting. Pasalnya, ini merupakan proses berkelanjutan. Di mana segala informasi akan saling berkaitan, sehingga seluruh data menjadi saling terkait.

“Nomor telepon ini minta supaya kemudian prakerja selalu keep nomor telepon yang didaftarkan di situs sampai 6 bulan ke depan, karena berguna untuk tautkan rekening tempat insentif disalurkan yang Rp 600 ribu. Karena kalau berbeda atau NIK berbeda, akun tidak aktif, akan lama buat mendapat insentif. agar mulus, nomor telepon di keep,” jelas Denni.

Setelah seluruh tahap verifikasi selesai, baru diumumkan lolos gelombang dengan. “Dari 12 juta yang verified layer ketiga, mereka join batch, isi seluruh proses, pernyataan, jawab tes kemampuan dasar dan sebagainya,” sambung Denni.

Teranyar, gelombang 8 kartu prakerja yang ditutup Senin lalu diserbu lebih dari 4 juta pendaftar dalam 4 hari. Rencananya, Denni akan segera menetapkan peserta yang lolos pada esok, Rabu (16/9) melalui SK dengan kuota 800.000 peserta.

“Batch 8 ditutup Senin, besok saya tetapkan lewat SK, 800.000 penerima, dan mulai dibukakan virtual account dan dicemplungin uang Rp 3,5 juta itu di virtual account dari masing-masing peserta,” kata Denni.

“Selesai proses biasanya kamis, karena itu jumlah besar, 1 batch 800.000 butuh waktu,” sambung dia.