Sukses

Dipimpin Sektor Industri Dasar, IHSG Dibuka di Zona Hijau

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan Rabu pekan ini.

Pada prapembukaan perdagangan Rabu (16/9/2020), IHSG naik 7,26 poin atau 0,14 persen ke level 5.108,12. Saat awal perdagangan, IHSG naik 11 poin atau 0,22 persen ke posisi 5.111,85. Sementara indeks saham LQ45 juga menguat 1,99 persen ke posisi 792,74.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.117,28. Sedangkan terendah 5.106,17.

Sebanyak 131 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 66 saham melemah dan 137 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 22.999 kali dengan volume perdagangan 414,1 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 268,7 miliar.

Tercatat, investor asing menjual saham di pasar regular mencapai Rp 16,4 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.875 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, mayoritas berada di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 0,67 persen. Kemudian disusul sektor perkebunan yang naik 0,53 persen dan sektor infrastruktur yang naik 0,36 persen.

Saham-saham IHSG yang menguat antara lain, SOHO naik 19,7 persen ke Rp 7.900 per lembar saham. Kemudian PLAN naik 9,76 persen ke Rp 135 per saham dan SOTS naik 9,17 ke Rp 238 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain ROCK turun 6,91 persen ke Rp 1.685 per lembar saham, ENZO yang turun 6,82 persen ke Rp 123 per lembar saham dan HOMI turun 6,80 persen ke Rp 685 per saham.

2 dari 2 halaman

Penutupan Kemarin

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa pekan ini. Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, sebagian besar berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (15/9/2020), IHSG ditutup melemah 60,96 poin atau 1,18 persen ke posisi 5.100,86. Sementara, indeks saham LQ45 juga turun 1,79 persen ke posisi 790,74.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.169,24 dan terendah 5.091,29.

Pada sesi penutupan pedagangan, 133 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 296 saham melemah sehingga menekan indeks. Di luar itu, 148 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 675.458 kali dengan volume perdagangan 13,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8 triliun.

Investor asing jual saham Rp 999 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.868.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, sebagian besar berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor keuangan yang anjlok 2,13 persen. Kemudian disusul sektor infrastruktur turun 1,67 persen dan sektor industri dasar yang 1,41 persen.

Saham yang menguat antara lain BRMS yang naik 21,82 persen ke Rp 67 per lembar saham. Kemudian TNCA yang naik 20.12 persen ke Rp 197 per lembar saham dan SOHO yang naik 20 persen ke Rp 6.600 per lembar saham.

Saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain PGJO yang melemah 8,51 persen ke Rp 43 per lembar saham. Kemudian PDES turun 6,99 persen ke Rp 266 per lembar saham dan VICO turun 6,98 persen ke Rp 80 per lembar.