Sukses

Waduh, Kuota Kartu Prakerja Hampir Habis

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah peserta Program Kartu Prakerja telah mencapai 4,6 juta peserta. Terhitung sejak gelombang pertama pada April 2020 lalu sampai dengan gelombang 8 yang baru saja ditutup pada Senin, 14 September 2020 lalu. Jumlah ini nyaris memenuhi target pemerintah yakni 5,6 juta peserta.

Meski begitu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari menyebutkan angka ini bersifat dinamis. Hal ini mengikuti arahan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Saya sampaikan bahwa ini kan dinamis, karena juga kami akan mengikuti namanya kebijakan dari Kemenko Perekonomian,” kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari, Rabu (16/9/2020).

Dengan demikian, Denni menegaskan bahwa dengan sisa kuota yang ada belum tentu akan selesai dalam waktu dekat. Bahkan ia mengatakan untuk gelombang 9, tetap akan dibuka dengan kuota yang sama seperti sebelum-sebelumnya, yakni 800 ribu peserta.

“Sejauh ini tidak ada perubahan kebijakan dalam arti bahwa untuk gelombang 9 masih tetap 800 ribu,” kata Denni.

Untuk sisa kuota yang akan dibuka pada gelombang 10, Denni menjelaskan sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi kuota. Salah satunya yakni adanya kepesertaan yang dicabut. Sehingga kuota yang kosong bisa dialokasikan untuk gelombang berikutnya hingga seluruh target pemerintah tahun ini dapat terpenuhi.

“Dalam Permenko 11/2020 (tentang Kartu Prakerja), disebutkan bahwa peserta atau penerima kartu prakerja yang dalam waktu 30 hari sejak diumumkan sebagai penerima kartu prakerja, apabila tidak menggunakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah dalam waktu 30 hari maka akan dicabut kepesertaannya. Nah ketika dicabut kepesertaannya ini kan berarti ada Katakanlah uang yang tidak dipakai. Itu kemudian bisa kita realokasi untuk peserta-peserta baru,” jelas Denni.

“Jadi ini angkanya tidak fix 200 ribu yang tersedia di gelombang 10,” sambung dia.

2 dari 2 halaman

Penasaran, Cari Tahu Proses Bisa Lolos Kartu Prakerja

Pendaftar Kartu Prakerja hingga gelombang kedelapan yang telah melakukan registrasi di situs resmi www.prakerja.go.id mencapai total 23 juta. Dari jumlah ini, 18 juta diantaranya telah dinyatakan lolos.

“Kenapa sampai ada perbedaan 23 juta ke 18 juta, itu karena memang sebagian besar banyak salah ketik menulis email. Kedua, email kadang penuh, sudah lama tidak aktif, masuk spam, dan sebagainya. Jadi pastikan saja pendaftar prakerja untuk sangat teliti," kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari dalam diskusi virtual, Selasa (15/9/2020).

Dari 18 juta peserta yang lolos tahap awal, kemudian dilakukan validasi NIK melalui kerjasama dengan dukcapil. Jumlah peserta yang lolos hingga tahap ini mencapai 13,4 juta orang.

“Ini sudah NIK KK tanggal lahir persis dengan ada di dukcapil. Kemudian verifikasi layer ketiga, nomor telepon, cara verifikasi adalah dengan mengirim sms OTP ke tiap pendaftar ini yang lolos hampir 12 juta,” kata Denni.

Memastikan data, termasuk mencantumkan nomor telepon yang benar saat pendaftaran kartu prakerja menjadi hal yang penting. Pasalnya, ini merupakan proses berkelanjutan. Di mana segala informasi akan saling berkaitan, sehingga seluruh data menjadi saling terkait.

“Nomor telepon ini minta supaya kemudian prakerja selalu keep nomor telepon yang didaftarkan di situs sampai 6 bulan ke depan, karena berguna untuk tautkan rekening tempat insentif disalurkan yang Rp 600 ribu. Karena kalau berbeda atau NIK berbeda, akun tidak aktif, akan lama buat mendapat insentif. agar mulus, nomor telepon di keep,” jelas Denni.

Setelah seluruh tahap verifikasi selesai, baru diumumkan lolos gelombang dengan. “Dari 12 juta yang verified layer ketiga, mereka join batch, isi seluruh proses, pernyataan, jawab tes kemampuan dasar dan sebagainya,” sambung Denni.

Teranyar, gelombang 8 kartu prakerja yang ditutup Senin lalu diserbu lebih dari 4 juta pendaftar dalam 4 hari. Rencananya, Denni akan segera menetapkan peserta yang lolos pada esok, Rabu (16/9) melalui SK dengan kuota 800.000 peserta.

“Batch 8 ditutup Senin, besok saya tetapkan lewat SK, 800.000 penerima, dan mulai dibukakan virtual account dan dicemplungin uang Rp 3,5 juta itu di virtual account dari masing-masing peserta,” kata Denni.

“Selesai proses biasanya kamis, karena itu jumlah besar, 1 batch 800.000 butuh waktu,” sambung dia.