Sukses

Pembahasan RUU Stimulus Covid-19 Tertunda, Wall Street Bergerak Datar

Liputan6.com, Jakarta - Wall Street ditutup datar pada Jumat, karena S&P 500 sekali lagi gagal melampaui rekor tertinggi Februari. Pedagang juga meneliti data ekonomi beragam dan melihat ke Washington mengenai petunjuk tentang stimulus virus corona lebih lanjut.

Dikutip dari laman CNBC, Sabtu (15/8/2020), S&P 500 melemah tipis 0,1 persen menjadi berakhir di 3.372,85. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,21 persen untuk mengakhiri hari di 11.019,3. Dow Jones Industrial Average naik 34,3 poin, atau 0,12 persen, dan berakhir pada 27.931,02.

Big Tech berada di bawah tekanan moderat dalam perdagangan akhir hari karena saham Amazon dan Alphabet turun 0,41 persen dan 0,79 persen.

Saham yang paling diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi, bagaimanapun, membantu mengimbangi beberapa kerugian. United Airlines, Delta dan Southwest masing-masing naik setidaknya 0,5 persen. Carnival Corp dan Norwegian Cruise Line masing-masing naik 1,6 persen dan 2,6 persen. Saham Nordstrom menguat lebih dari 2 persen.

Indeks saham utama Wall Street semuanya meraih keuntungan mingguan meskipun aksi perdagangan hari Jumat datar. S&P 500 naik 0,64 persen untuk minggu ini, kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Dow naik 1,8 persen minggu ini. Nasdaq, relatif tertinggal, naik kurang dari 0,1 persen sejak penutupan Jumat lalu.

S&P 500 juga hanya 0,6 persen di bawah rekor tertinggi hariannya. Indeks pasar yang lebih luas telah diperdagangkan di atas rekor penutupan tertinggi beberapa minggu ini tetapi telah gagal mencapai pencapaiannya.

"Dengan S&P 500 gagal menembus level tertinggi Februari 2020 meskipun ada beberapa upaya minggu ini, banyak pengamat percaya itu adalah tanda kelelahan," kata Frank Cappelleri, direktur eksekutif di Instinet, dalam sebuah catatan. 

Pergerakan saham minggu ini datang saat investor berpindah antara saham teknologi utama - Facebook, Amazon, Apple, Alphabet, Netflix, dan Microsoft - dan saham perusahaan yang akan mendapat keuntungan dari pembukaan kembali ekonomi.

 

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 2 halaman

Data Penjualan Ritel

Penjualan ritel untuk Juli naik 1,2 persen, kata Departemen Perdagangan. Itu di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 2,3 persen. Tidak termasuk mobil, bagaimanapun, penjualan ritel naik 1,9 persen ke atas perkiraan 1,2 persen.

Di Washington, anggota parlemen tampaknya tidak ada kemajuan dengan RUU stimulus virus corona. Ini bisa berlarut-larut selama berminggu-minggu karena Senat sedang reses sampai setelah Hari Buruh dan anggota DPR telah pergi selama sisa bulan itu.

Ketua DPR Nancy Pelosi, D-Calif., Telah mengatakan dia tidak akan memulai kembali pembicaraan dengan Partai Republik tentang masalah tersebut sampai mereka meningkatkan tawaran bantuan mereka sebesar USD 1 triliun.