Sukses

Meneropong Berbagai Prediksi Ekonomi Indonesia di 2021 saat Dibayangi Resesi

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Covid-19 memukul perekonomian Indonesia. Pemerintah memproyeksikan ekonomi Indonesia hanya tumbuh -0,4 hingga 2,3 persen pada 2020. Namun pada 2021, pemerintah optimis ekonomi akan tumbuh sebesar 4,5 hingga 5,5 persen.

Selain pemerintah Indonesia, berbagai prediksi tentang ekonomi Indonesia digambarakan banyak pihak.

Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia stagnan. Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bloomberg Median hanya memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 0,5 persen. Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan lebih tinggi, yaitu 2,5 persen.

Tidak hanya pemerintah, keempat lembaga tersebut juga memproyeksikan pada 2021 ekonomi Indonesia kembali meningkat. Bank Dunia memproyeksikan tumbuh 4,8 persen, ADB 5 persen, IMF 8,2 persen, dan Bloomberg Median 5,5 persen.

Laju perekonomian Indonesia kedepannya dipengaruhi dengan berbagai kebijakan pemerintah yang diambil saat ini. Lembaga pemeringkat Fitch mengapresiasi pemerintah Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19. Selain soal kesehatan, hal yang tak kalah penting adalah bagaimana mempertahankan laju ekonomi di tengah krisis.

Fitch menilai pemerintah juga menempuh sejumlah langkah terobosan yang bersifat sementara. Termasuk penundaan ketentuan batas atas defisit fiskal sebesar 3 persen dari PDB selama tiga tahun. Begitu juga dengan kebijakan pembiayaan defisit secara langsung oleh bank sentral.

Dalam asesmennya Fitch memperkirakan bahwa aktivitas ekonomi di Indonesia akan terkontraksi pada 2020, dipengaruhi pandemi COVID-19.

Kontraksi ini merupakan dampak dari penerapan kebijakan social distancing yang mempengaruhi konsumsi dan investasi, penurunan terms of trade yang bersifat temporer, dan terhentinya arus masuk wisatawan mancanegara.

Dampak dari pandemi yang cukup kuat dan menyeluruh terhadap aktivitas ekonomi ini tercermin pada kontraksi sebesar 5,3 persen pada triwulan II-2020.

Namun, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan kembali meningkat menjadi 6,6 persen pada 2021. Momentum pertumbuhan ekonomi diperkirakan berlanjut pada 2022, yaitu tumbuh 5,5 persen, antara lain didukung oleh fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur.

Sebelumnya, Indonesia kembali mempertahankan peringkat BBB (investment grade) dengan outlook stabil pada 10 Agustus 2020 di masa pandemi Covid-19. Alasannya, Fitch menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka menengah yang baik dan beban utang relatif rendah.

Menanggapi itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan pengakuan tersebut sebagai bukti stabilitas makro ekonomi diakui lembaga internasional. Prospek ekonomi jangka menengah Indonesia juga diakui meski dunia tengah mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil merupakan bentuk pengakuan Fitch, sebagai salah satu lembaga pemeringkat utama dunia," kata Perry.

 

2 dari 3 halaman

Berangsur Pulih

Di sisi lain, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan perekonomian Indonesia diperkirakan minus 0,49 persen sepanjang tahun, meski pemulihan akan terlihat pada kuartal-IV dengan proyeksi PDB 1,38 persen. Pemulihan diperkirakan berlanjut pada 2021.

Airlangga yakin ekonomi tumbuh 3,2 persen pada kuartal I dan tumbuh 6,75 persen pada kuartal II. Berikutnya PDB akan tumbuh 5,03 persen pada kuartal III, dan 5,1 persen pada kuartal IV.

“Kalau lihat proyeksi di 2021, hampir berbagai institusi memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam jalur hijau atau positif,” ujar dia.

Sebelumnya, Bank Dunia menyebutkan pemulihan ekonomi Indonesia akan terjadi secara berangsur-angsur. Menurut laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) Bank Dunia edisi bulan Juli 2020, pertumbuhan domestik bruto (PDB) riil diproyeksikan akan mencapai 4,8 persen pada tahun 2021, dan akan kembali ke 6,0 persen pada tahun 2022.

Dari beberapa prediksi tersebut, pengusaha turut optimis pertumbuhan ekonomi tahun 2021 tumbuh positif. Meskipun saat ini Indonesia berada diambang kemungkinan resesi seperti negara-negara lain yang sudah lebih dulu masuk resesi.

“Kita punya optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi kita di 2021 itu akan tumbuh positif, apabila kita mampu mulai saat ini mengendalikan pertumbuhan ekonomi kita supaya tidak terjerumus terlalu dalam,” kata Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang.

Menurut Sarman, sebenarnya masalah yang dihadapi oleh Indonesia bukan karena fundamental ekonominya, melainkan soal demand dan Supply yang masih sangat turun. Sehingga ia berharap Ketika nanti perekonomian Indonesia bergerak semuanya, maka akan cepat pulih.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: