Sukses

Top 3: Siap-Siap, Harga Emas Bakal Naik Lagi

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas masih akan terus melanjutkan kenaikan pada pekan ini. Analis dan pelaku pasar modal yakin bahwa harga emas masih akan terus melaju dan akan berada di atas level USD 2.000 per ounce.

Kebijakan stimulus yang dijalankan oleh beberapa negara akan mendorong kenaikan harga emas. Selain itu kebijakan suku bunga rendah juga ikut membantu harga emas terus mencetak rekor tertinggi.

Artikel mengenai harga emas ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Selasa 4 Agustus 2020:

1. Harga Emas Masih akan Terus Cetak Rekor Tertinggi

Harga emas masih akan terus melanjutkan kenaikan pada pekan ini. Analis dan pelaku pasar modal yakin bahwa harga emas masih akan terus melaju dan akan berada di atas level USD 2.000 per ounce.

Kebijakan stimulus yang dijalankan oleh beberapa negara akan mendorong kenaikan harga emas. Selain itu kebijakan suku bunga rendah juga ikut membantu harga emas terus mencetak rekor tertinggi.

Namun, kemungkinan besar pada pekan ini harga emas akan mengalami tekanan sedikit karena adanya aksi ambil untung dari pelaku pasar. Harga emas telah mencetak kinerja terbaik dalam 8 tahun terakhir.

Mengutip Kitco, Senin (2/8/2020), Kepala Riset komoditas Commerzbank Eugen Weinberg mengatakan bahwa harga emas terlalu panas untuk terus berada di atas level USD 2.000 per ounce.

Baca artikel selengkapnya di sini

2 dari 3 halaman

2. Eropa Resesi, Ekspor Indonesia Terimbas

Uni Eropa resmi resesi. Ekonomi benua biru ini minus 11,9 persen pada kuartal II 2020. Sedangkan pada kuartal I 2020 juga telah mengalami minus 3,2 persen.

Negara penyumbang ekonomi terbesar di Eropa yaitu Jerman juga telah masuk jurang resesi dengan minus 10,1 persen pada kuartal II. Untuk kuartal sebelumnya, ekonomi Jerman minus 2,2 persen.

Selama Juni 2020  Untuk Prancis, Italia, dan Spanyol mengalami tingkat resesi yang lebih dalam. Rinciannya Prancis minus 13,8 persen, Italia minus 12,4 persen, dan Spanyol minus 18,5 persen.

Ekonom sekaligus Analis Keuangan Valbury Asia Futures, Lukman Leong, memprediksi bahwa gelombang resesi yang melanda benua biru tersebut akan berdampak buruk bagi ekonomi Indonesia. Mengingat dampak dari resesi akan memukul kerja sama ekonomi antara Uni Eropa dan Indonesia.

"Saya kira kalau resesi itu pasti dampak buruknya akan menjalar ke segala sektor. Khususnya sektor ekonomi termasuk kerjasamanya," ujar dia saat dihubungi Merdeka.com, Senin (3/8/2020).

Baca artikel selengkapnya di sini

3 dari 3 halaman

3. Harga Jual Emas UBS di Pegadaian Capai Rp 1.047.000 per Gram

PT Pegadaian (Persero) menjadi salah satu BUMN yang saat ini menjual emas. Tak hanya emas produksi Antam, Pegadaian juga menjual emas UBS.

UBS merupakan jenis emas batangan produksi PT Untung Bersama Sejahtera yang merupakan perusahaan swasta pembuat berbagai perhiasan emas yang sudah berdiri sejak tahun 1981 di Surabaya.

Pada perdagangan hari ini, Senin (3/8/2020), harga emas UBS di Pegadaian mengalami kenaikan Rp 22 ribu per gram menjadi Rp 1.047.000 per gram.

Layaknya emas Antam, emas UBS ini juga kerap menjadi produk investasi bagi masyarakat. Setiap hari, harga emas ini juga selalu berubah.

Baca artikel selengkapnya di sini