Sukses

Top 3: Harga Emas Cetak Rekor Termahal Sepanjang Sejarah

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas naik pada hari Jumat dan mencatat level tertinggi baru sepanjang masa. Kenaikan karena dolar yang merosot dan angka-angka ekonomi yang mengerikan memicu serbuan ke emas. 

Dikutip dari laman CNBC, Sabtu (1/8/2020), harga emas di pasar spot 0,58 persen hingga diperdagangkan pada USD 1,970,81 per ounce. Sementara emas bejangka AS ditutup 1 persen lebih tinggi pada USD 1,985,9, setelah sebelumnya menembus di atas USD 2.000 untuk pertama kalinya dalam catatan.

Artikel mengenai harga emas ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu 2 Agustus 2020:

1. Wow, Harga Emas Cetak Rekor Lagi

Harga emas naik pada hari Jumat dan mencatat level tertinggi baru sepanjang masa. Kenaikan karena dolar yang merosot dan angka-angka ekonomi yang mengerikan memicu serbuan ke emas. 

Dikutip dari laman CNBC, Sabtu (1/8/2020), harga emas di pasar spot 0,58 persen hingga diperdagangkan pada USD 1,970,81 per ounce. Sementara emas bejangka AS ditutup 1 persen lebih tinggi pada USD 1,985,9, setelah sebelumnya menembus di atas USD 2.000 untuk pertama kalinya dalam catatan.

"Lingkungan makro masih tetap sangat positif dan harga terus melacak tingkat nyata, pelemahan ekstrem dalam dolar telah membantu menopang harga emas lebih lanjut," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

Dolar berada di jalur untuk penurunan bulanan terbesar dalam hampir satu dekade.

Baca artikel selengkapnya di sini

2 dari 3 halaman

2. Konsumsi Rumah Tangga Bisa Selamatkan Indonesia dari Resesi

ejumlah negara mengalami resesi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Mulai dari Amerika, Jerman, Korea Selatan, Jepang, Singapura, hingga Australia. Ancaman resesi itu tentunya juga menghantui Indonesia.

Namun Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi memprediksi ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan negara-negara yang mengalami resesi. Karena, negara yang mengalami resesi pertumbuhan ekonomi ditopang sebagian besar oleh perdagangan internasional.

Berbeda dengan Indonesia yang keterkaitan dengan perdagangan internasional tidak sebesar negara lain. Hal ini malah menjadi keuntungan di tengah pandemi.

"Di saat-saat seperti ini justru menjadi blessing in disguise. Keterkaitan kita dengan global value chain (perdagangan Internasional) tadi tidak sebesar yang lain, bahkan cukup tertinggal," ujar Fithra dalam diskusi daring, Sabtu (1/8/2020).

Baca artikel selengkapnya di sini

3 dari 3 halaman

3. Di Tengah Pandemi, Banyak Milenial Beli Rumah Mewah

Di tengah pandemi Covid-19, ternyata para usia muda atau pasangan yang baru menempuh hidup rumah tangga, masih mampu membeli rumah mewah di kawasan elit seharga Rp 1 miliar lebih. Bahkan, ada yang dari mereka sengaja berburu rumah mewah untuk ditempati, bukan sekedar investasi.

"Calon pembeli atau konsumen kami ini memang ditargetkan usia muda atau milenial. Tipe terbaru dari Klaster Agnesi, di kawasan Summarecon Serpong ini, seperti menjadi jawaban atas permintaan hunian yang nyaman, aman dan tentunya sehat, dalam menjalani adaptasi kebiasaan baru," tutur Magdalena Juliati, Executive Director Summarecon Serpong kepada wartawan, Sabtu (1/8/2020).

Sebab, memang tipe terdahulunya, ratusan unit sudah ludes terjual dan yang membeli adalah usia milenial. Kali ini, yang ditawarkan pun tipe terbaru dengan ukuran 6x10.5 meter.

Harga rumah pun tak main-main, yakni mencapai Rp 1,1 miliar perunitnya. "Iya, harga perunitnya mulai dari Rp 1,1 miliar," ujar Magdalena.

Baca artikel selengkapnya di sini