Sukses

Geliat Bisnis Properti di Tengah Pandemi Corona

Liputan6.com, Jakarta - Bisnis properti mengalami tekanan yang cukup besar di tengah pandemi Corona Covid-19, ternyata tidak menyurutkan strategi penjualan para pengembang. Para pelaku bisnis properti memilih untuk tak menaikan harga properti dan memberi potongan harga besar-besaran, untuk menggairahkan penjualan.

Seperti yang dilakukan kawasan pemukiman Royal Tajur, Bogor. "Inilah justru sangat menguntungkan investor, harga properti tidak naik, malah diturunkan," kata General Manager Royal Tajur Hendra, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, jika tidak dalam pandemi Covid-19 atau saat keadaan normal, dalam 6 bulan terakhir bisa ada kenaikan harga 5 persen. Namun karena situasi berbeda, pihaknya malah memberikan potongan harga hingga Rp 150 juta untuk tipe rumah tertentu.

Hendra juga mengklaim, nilai investasi properti di Royal Tajur terus meningkat. Di tahun pertama sekitar 10 persen. Hal ini pun yang membuat beberapa masyarakat sudah membeli rumah di Royal Tajur di kurun waktu Februari – Mei kemarin.

“Dua bulan belakangan ini di Royal Tajur penjualan tetap stabil, peminat properti visit dan melihat produk kami, mereka merasakan tinggal di tengah kota dapat kenyamanan, udara yang sejuk, great view Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango, langsung mereka booking khawatir produk pilihannya dibeli orang,” kata Hendra.

 

2 dari 2 halaman

Fleksibel

Pembelian dapat dilakukan dengan skema pembayaran yang fleksibel yang bisa diatur sesuai cashflow investor atau buyer. Bisa dengan tunai bertahap fleksibel, bahkan saat belum lunas cicilan bisa menempati rumahnya.

"Bisa dengan KPR/KPA yang fleksibel juga, bahkan bisa tanpa DP,"kata Hendra.

Selain kavling siap bangun, sekarang ini anak perusahaan Suryamas Group sedang fokus memasarkan 3 tipe rumah. Yaitu, rumah 1 lantai ready stok tipe 40/90 (LB/LT), rumah sudut atau hoek berkontur dengan taman dan rumah indent dua lantai tipe 41/84 yang dibanderol mulai Rp.900jutaan.

"Serta unit apartemen fully furnish Royal Heights yang harganya masih mulai Rp 400 jutaan. Baik landed house maupun apartemen di Royal Tajur, direncanakan harganya akan naik pada Juli 2020," ungkap Hendra.