Sukses

Kementerian BUMN Dukung Efisiensi Garuda Indonesia, Termasuk PHK Pilot

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) dikabarkan telah resmi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah pilotnya. Ini merupakan buntut dari keuangan perseroan yang menurun tajam akibat jumlah penumpang berkurang 95 persen selama wabah pandemi virus corona (Covid-19).

Kementerian BUMN lantas coba dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Namun, pihak bersangkutan belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Tanya sama Garuda dulu," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam sesi diskusi online bersama rekan wartawan, Selasa (2/6/2020).

Arya mengatakan, apa yang dilakukan Garuda merupakan hal yang wajar dikala maskapai pelat merah tersebut tengah kesulitan keuangan selama krisis pandemi corona.

"Normatifnya gini, kita serahkan kepada manajemen Garuda Indonesia untuk menghitung dampak dari corona, konsekuensi terhadap bisnisnya, termasuk efisiensi-efisiensi yang dilakukan, supaya Garuda tetap bisa bertahan dan tetap bisa beroperasi," tuturnya.

 

2 dari 2 halaman

Sudah Dipertimbangkan Matang

Menurut dia, Garuda juga pasti sudah mempertimbangkan matang-matang opsi PHK terhadap 150 pilot, yang status kontrak kerjanya diselesaikan lebih awal.

"Pasti mereka punya pilihan-pilihan yang kita tahu itu pilihan yang sulit, sehingga bagi kita keputusan yang diambil Garuda itu kita yakin pasti sudah mereka pikirkan secara matang, baik secara bisnis maupun manajemen," ungkapnya.