Sukses

Bursa Asia Menghijau, Investor Terus Awasi Ketegangan AS-China

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada Selasa ini. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China terus berlanjut.

Mengutip CNBC, Selasa (2/6/2020), indeks Nikkei 225 jepang naik 0,51 persen di awal perdagangan, sementara indeks Topix Jepang naik 0,52 persen.

Di Korea Selatan, Indeks Kospi juga naik 0,18 persen. Sedangkan di indeks S&P/ASX 200 Australia juga menguat tipis.

Perkembangan pada ketegangan baru-baru ini antara AS dan China kemungkinan terus diawasi oleh investor bursa Asia pada hari Selasa.

Reuters melaporkan pada Senin kemarin bahwa dari sumber-sumber mereka, China telah mengatakan kepada perusahaan-perusahaan milik negara untuk menghentikan pembelian kedelai dan daging babi dari AS.

Perintah tersebut datang usai pengumuman Presiden AS Donald Trump baru-baru ini bahwa ia akan mulai mengambil tindakan untuk menghilangkan perlakuan khusus Hong Kong , mengikuti persetujuan China atas undang-undang keamanan nasional baru yang kontroversial.

2 dari 2 halaman

Wall Street

Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), memulai bulan baru dengan harapan baru. Investor masih memiliki harapan penuh akan rencana pembukaan ekonomi di beberapa negara bagian setelah menjalankan lockdown.

Mengutip CNBC, Selasa (2/6/2020), Dow Jones Industrial Average naik 91,91 poin,atau 0,4 persen dan ditutup perdagangan di 25.475,02. Indeks S&P 500 naik 0,4 persen menjadi 3.055,73. Sementara Nasdaq Composite menambahkan 0,7 persen dan mengakhiri sesi di 9.552,05.

S&P 500 ditutup di level tertinggi sejak awal Maret sementara Nasdaq mengakhiri sesi di level yang tertinggi sejak akhir Februari.

"Wall Street terus menunjukkan ketahanan yang luar biasa dalam menghadapi rentetan perkembangan yang terus-menerus, dengan investor terus fokus pada tanda-tanda positif pembukaan kembali usai lockdown," jelas kepala analis Nationwide Mark Hackett.

Ia menambahkan, bagaimanapun, valuasi berada pada level tertinggi dalam hampir dua dekade, menunjukkan pasar saham akan berbalik arah untuk beristirahat setelah reli yang belum pernah terjadi sebelumnya.