Sukses

PGN Raih 2 Penghargaan di Tengah Pandemi Corona

Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyabet dua prestasi di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19). Hal ini membuktikan perusahaan terus berupaya memberikan pelayanan meski aktifitas kehidupan sedang terbatas.

Prestasi yang didapat PGN berupa penghargaan dalam ajang Indonesian Corporate Branding PR Awards yang diselenggarakan Iconomics.

Dari pengumuman yang lakukan secara virtual, pada Kamis (14/5/2020), PGN menjadi penerima penghargaan pada kategori perusahaan oil and gas. Dalam ajang tersebut, PGN memenuhi penilaian dari sisi pengelolaan brand dan Public Relation di aspek komersial, organisasi dan sosial.

PGN juga mendapat penghargaan Popular Energy Company for Covid-19 Handling Social Responsibility Activity Strategy, dalam ajang Indonesia Public Relation Award (IPRA) 2020.

Ajang tersebut bermaksud memberikan apresiasi setingg-tingginya terhadap peran dan fungsi Public Relation dalam menopang sebuah perusahaan untuk mewujudkan kinerja yang maksimal.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, peran Public Relation harus membuat citra Indonesia positif, melalui informasi yang objektif dan membawa semangat positif.

“Pastikan saat ini adalah saatnya dimana kehumasan mengambil peran yang besar pada saat dunia bergerak dan beranjak dari dunia fisik menuju dunia digital maka kehumasan mengambil peran yang penting," tutupnya.

2 dari 2 halaman

PGN Bagikan Dividen Rp 1 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) yang dilaksanakan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), memutuskan untuk membagikan dividen tahun buku 2019 sebesar Rp 1 triliun atau Rp41,56 per lembar saham kepada pemerintah dan pemegang saham.

PGN membukukan pendapatan sepanjang 2019 mencapai USD 3,849 miliar, dengan EBITDA sebesar USD 1,040 miliar. Secara konsolidasian, PGN menghasilkan laba operasi sebesar USD 546 juta, dengan laba bersih sebesar USD 68 juta.

Pendapatan tersebut berasal dari hasil penjualan gas sebesar USD 2.973,9 juta, penjualan minyak dan gas sebesar USD 374,35 juta, transmisi gas sebesar USD 245,7 juta dan pendapatan usaha lainnya sebesar USD 254,7 juta.

"PGN berhasil mempertahankan kinerja positif pada tahun 2019, dengan didukung oleh peningkatan kinerja operasional. Karena itu, PGN selaku Subholding Gas terus berkomitmen memperluas utilisasi gas bumi domestik," kata Rachmat, di Jakarta. Jumat (15/5/2020).

Realisasi Pendapatan atau EBITDA PGN tahun 2019 dipengaruhi oleh menurunnya pendapatan dari sisi upstream, karena berakhirnya dua blok pada akhir 2018 yaitu Blok Sanga-Sanga dan SES, serta harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dan finance lease akbiat berhentinya pengaliran gas melalui pipa Kalimantan Jawa Gas (KJG).