Sukses

Gagal Bangkit, IHGS Ditutup Jatuh ke 4.513,83

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan sepanjang perdagangan Kamis ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (14/5/2020), IHSG ditutup turun 40,52 poin atau 0,89 persen ke posisi 4.513,83. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga anjlok 1,92 persen ke posisi 661,52.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.564,15 dan terendah 4.494,15.

Sebanyak 268 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 115 saham menguat dan 155 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 575.733 kali dengan volume perdagangan 6,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 940,65 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.890.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, empat sektor menguat diantaranta sektor barang konsumsi yang naik 1,61 persen dan sektor kontruksi melonjak 1,3 persen.

Sedangkan sektor yang melemah dipimpin oleh aneka industri yang anjlok 2,95 persen. Kemudian disusul sektor keuangan turun 2,77 persen dan sektor infrastruktur melemah 1,92 persen.

2 dari 2 halaman

Pergerakan Saham

Saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah antara lain ITIC yang turun 6,93 persen ke Rp 2.150 per lembar saham, DIVA melemah 6,92 persen ke Rp 740 per lembar saham dan RDTX turun 6,92 persen ke Rp 4.980 per lembar.

Sementara saham yang menguat diantaranya JAST yang naik 34,88 persen ke Rp 174 per saham, NATO naik 25 persen ke Rp 595 per saham dan TFCO naik 24,06 persen ke Rp 464 per saham.