Sukses

Tak Mampu Bangkit, IHSG Ditutup Tergelincir ke 4.554,35

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan sepanjang perdagangan Rabu ini. Investor asing jual saham Rp 796,8 miliar di pasar regular.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (13/5/2020), IHSG ditutup turun 34,37 poin atau 0,75 persen ke posisi 4.554,35. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga terbakar 1,06 persen ke posisi 674,66.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.586,62 dan terendah 4.519,38.

Sebanyak 246 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 142 saham menguat dan 150 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 580.150 kali dengan volume perdagangan 5,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,4 triliun.

Investor asing jual saham Rp 796,8 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.905.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya ada dua sektor yang menguat yaitu barang konsumsi dan perkebunan.

Sedangkan sektor yang melemah dipimpin oleh sektor industri dasar yang anjlok 2,95 persen. Kemudian disusul sektor aneka industri turun 1,41 persen dan sektor perdagangan melemah 1 persen.

 

2 dari 2 halaman

Pergerakan Saham

Saham yang menguat diantaranya JAST yang naik 34,38 persen ke Rp 129 per saham, NELY naik 31,90 persen ke Rp 153 per saham dan NATO naik 24,61 persen ke Rp 476 per saham.

Saham yang melemah antara lain DPUM yang turun 6,98 persen ke Rp 80 per lembar saham, RDTX melemah 6,96 persen ke Rp 5.350 per lembar saham dan MCAS turun 6,92 persen ke Rp 740 per lembar.