Sukses

Menko Luhut Soal PHK Meningkat: Bukan Hanya di Indonesia tapi Dunia

Liputan6.com, Jakarta Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang melambung imbas Corona membuat banyak pekerja dihantui ketidakpastian. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, PHK yang melanda saat ini tidak cuma terjadi di Indonesia.

Hal itu tidak bisa dihindari karena memang dampak dari penyebaran virus Corona yang membuat roda ekonomi berhenti tidak bisa dibendung begitu saja.

"Gelombang PHK ini kan tidak hanya terjadi di kita, tapi dunia. IMF sudah bilang, PHK global sudah ada. Dalam sejarah umat manusia belum pernah terjadi yang seperti ini," ujar Luhut, Selasa (14/4/2020).

Luhut menyatakan, pemerintah saat ini juga sedang memikirkan cara mengatasi gelombang PHK yang diprediksi bakal melambung lebih tinggi ke depannya nanti.

"Ya, kita terima masukan, tapi jangan anggap pemerintah itu kayak Superman, kan ada angle lain. Bagaimana pemerintah atasi, ya kita lakukan," jelas dia.

Lebih lanjut, pemerintah juga nantinya akan membantu perusahaan-perusahaan untuk bertahan di tengah krisis.

"Kita akan lakukan untuk bantu perusahaan itu, kita kasih kompensasi apa, sedang dihitung dengan cermat angka-angka itu, saya pikir kerjasama dengan Kemenkeu, BI, OJK, saya kira bagus," ujarnya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Pengangguran Terbuka Berpotensi Naik 5,23 Juta Orang Akibat Corona

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memperkirakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) akan semakin bertambah akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Dia memperkirakan dalam skenario berat potensi pengangguran akan bertambah 2,92 juta orang, dan sangat berat bisa mencapai 5,23 juta jiwa.

"Ini mencerminkan bahwa tingkat pengangguran terbuka berdasar perencanaan yang sudah turun ke 5,18 persen naik 7,33 persen," kata Menko Airlangga di Jakarta, Selasa (14/4).

Dia menyebut indikator perhitungan skenario tersebut berdasarkan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang juga bakal terkoreksi. Di mana dari target pemerintah sebesar 5,3 dalam APBN 2020, pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya berada di 2,3 persen.

"Sama halnya dengan dunia dan negara lain ancaman Covid-19 pada perekonomian Indonesia sangat signifikan," kata dia.

Untuk menekan angka pengangguran terbuka, pemerintah sudah mengeluarkan program kartu prakerja. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak langsung baik tenaga kerja informal maupun nonformal.

"Di mana kartu prakerja diharapkan secondline of defense yang semula jaring pengaman untuk mereka yang ingin cari pekerjaan, atas arahan presiden, dikonversi jadi jaringan pengaman untuk kehilangan pekerjaan atau pengangguran," tandas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com