Sukses

Kedatangan 2 Emiten Baru, BEI Catat IPO Terbanyak di ASEAN Selama Pandemi Corona

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan dua emiten baru yang resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) secara virtual pada Rabu, 8 April 2020. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) dan PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, bersyukur bahwa minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana saat ini masih tinggi di sela-sela kondisi makro yang dinamis akibat penyebaran wabah virus Corona (Covid-19).

"Berdasarkan Ernst & Young Global Report, Indonesia menempati posisi tertinggi dari jumlah yang melakukan IPO di ASEAN sampai dengan saat ini," kata Nyoman melalui pesan tertulis, Rabu (8/4/2020).

Nyoman lantas memaparkan beberapa pertimbangan perusahaan untuk tetap melaksanakan IPO selama masa penyebaran pandemi Corona.

Antara lain, kebutuhan dana dari perusahaan untuk mengembangkan usaha, adanya dukungan kebijakan otoritas pasar modal yang memberikan relaksasi jangka waktu umur Laporan Keuangan dan Laporan Penilaian dalam rangka penawaran umum yakni selama dua bulan.

"Dan yang tidak kalah pentingnya juga adalah adanya support dari investor pasar modal untuk berpartisipasi di perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana," sambung Nyoman.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

22 Perusahaan Siap IPO

Menurut laporan yang dibawakannya, saat ini ada 22 perusahaan yang masuk ke dalam daftar pipeline Bursa Efek Indonesia untuk mencatatkan saham perdananya.

Dalam data tersebut, sebanyak 12 calon emiten di antaranya masuk ke dalam perusahaan dengan kategori besar atau memiliki aset di atas Rp 250 miliar.

Sementara 7 perusahaan lainnya masuk ke dalam kategori sedang dengan aset berkisar Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Serta 3 perusahaan dengan kategori kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.