Sukses

Bukalapak akan Laporkan Penipuan Penjualan Alat Kesehatan ke Polisi

Liputan6.com, Jakarta - Bukalapak bekerjasama dengan Polri mengusut dan menindak oknum pelaku penipuan dan penimbun alat kesehatan yang sangat merugikan masyarakat. Bukalapak tidak akan menoleransi segala bentuk penipuan, penyalahgunaan dan pelanggaran di platform, di tengah-tengah berkembangnya pandemi Corona.

CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, menegaskan, Bukalapak telah menutup ribuan akun pelapak yang memanfaatkan situasi pandemi ini untuk meraup keuntungan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

"Bukapalak juga telah menutup aku pelapak yang menjual barang dengan deskripsi yang tidak sesuai, serta memperjual-belikan alat kesehatan yang tidak sesuai aturan BPOM dan Kemenkes.” jelas dia dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (1/4/2020).

Setiap bentuk penipuan online, penimbun alat kesehatan dan penjual rapid test sangat merugikan masyarakat sehingga akan segera dilaporkan ke pihak yang berwajib untuk dilakukan penindakan sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

 

2 dari 2 halaman

Modus

Modus penipuan beragam, termasuk melalui pengiriman barang bodong dan juga melalui phishing. Phishing adalah salah satu metode andalan penipu di tengah timbulnya permintaan tinggi dan kepanikan masyarakat untuk mencari alat kesehatan.

Melalui phishing, seorang penipu meminta target untuk memberikan data-data penting di tautan yang tidak resmi dengan berbagai alasan, yang berujung peretasan.

Kerjasama antara Bukalapak dengan POLRI untuk pengusutan dan penindakan diharapkan akan membuat masyarakat yang sedang bekerja, belajar dan beribadah di rumah tetap bisa memperoleh alat kesehatan dan kebutuhan sehari-hari di Bukalapak dengan aman, nyaman dan terjangkau.