Sukses

BRI Relokasi Sementara Kantor Cabang yang Terdampak Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Imbas penyebaran virus corona (Covid-19), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melakukan relokasi operasional sementara di beberapa kantor di Indonesia. Upaya ini dilakukan perseroan sebagai tindakan preventif untuk memberikan proteksi dan keamanan terhadap para pekerjanya serta masyarakat luas.

Direktur Jaringan dan Layanan BRI A. Solichin Lutfiyanto menjelaskan, hingga saat ini BRI telah merelokasi sementara beberapa unit kerja di wilayah yang berada di zona merah.

"Hal yang menjadi pertimbangan BRI untuk mengalihkan sementara operasional beberapa kantor cabang, diantaranya imbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing seperti workfrom home (WFH), serta menurunnya jumlah nasabah yang datang ke bank, akibat melakukan social distancing," ujarnya.

Namun demikian, Solichin juga menambahkan tetap BRI memastikan bahwa operasional bank tetap berjalan dengan baik dan layanan kepada nasabah tidak akan terganggu. Hal itu dilakukan sebagai komitmen BRI untuk terus memberikan layanan perbankan prima terhadap masyarakat. 

Selain itu, BRI juga menyiapkan unit kerja terdekat lainnya atau alternate site, serta e-channel berupa mesin ATM dan CRM, sehingga masyarakat tidak terganggu aktivitas ekonominya. BRI pun berharap, agar situasi an kondisi berangsur pulih, sehingga BRI dapat beroperasi normal melayani masyarakat di tempat semula. 

"Di tengah kondisi saat ini, keamanan dan keselamatan pekerja dan masyarakat menjadi prioritas BRI. Namun disisi lain BRI berkomitmen untuk juga terus memberikan layanan perbankan terbaik bagi masyarakat. BRI juga senantiasa mengimbau masyarakat untuk bertransaksi menggunakan Internet Banking, Mobile Banking (BRImo) dan SMS Banking agar mampu mengakses layanan perbankan BRI kapan pun dan dimana pun," jelas Solichin.

 

(*)

Loading
Artikel Selanjutnya
Agar Jualan Tetap Lancar, Pelaku Usaha Minta Akses Ojol ke Mal Dipermudah
Artikel Selanjutnya
Bos Kadin Ajak Pengusaha Gotong Royong Lawan Virus Corona