Sukses

Analis: Negara di Asia Dapat Mengatasi Krisis Corona Covid-19 Lebih Baik dari Barat

Liputan6.com, Jakarta Investor yang tengah mencari tempat aman untuk memarkir uang mereka harus melirik ke Asia di tengah pandemi Virus Corona atau Covi-19 yang merebak saat ini.

Sebab, menurut para analis, saat ini kawasan Asia jauh lebih siap secara ekonomi untuk keluar dari krisis akibat Corona ini dibandingkan dengan Negara Barat.

Melansir dari laman CNBC, Kamis (26/3/2020), menurut bank investasi dan broker retail yang berbasis di New York, Morgan Stanley, virus Corona di Asia tampaknya lebih dapat dikendalikan. Sementara di Negara Barat masih terus berlanjut.

Negara-negara yang paling terpukul di Eropa, seperti Italia dan Spanyol, kasusnya melonjak hingga puluhan ribu. Sementara di AS melonjak sepuluh kali lipat dalam kurun waktu seminggu, mencapai lebih dari 50 ribu kasus.

Wabah parah bukan hal baru bagi negara-negara di Asia. Wabah Covid-19 sering disamakan dengan epidemi SARS pada tahun 2003, yang melanda daratan China, Hong Kong, dan Singapura dengan sangat keras, dan menjerumuskan ekonomi masing-masing negara ke dalam resesi.

Hal itu membuat pemerintah setempat lebih siap untuk menghadapi krisis serupa. “Perekonomian utama Asia telah belajar dari krisis di masa lalu dan membangun neraca keuangan yang kuat untuk meredam perekonomian mereka dalam menghadapi guncangan eksternal,” kata manajer investasi untuk pendapatan tetap Asia di Aberdeen Standard Investments, Lin Jing Leong dalam sebuah catatan.

“Itu membuat mereka jauh lebih baik untuk merespons wabah ini," imbuhnya.

 

 

2 dari 2 halaman

Respon Cepat

Pemerintah di wilayah Asia juga belajar dengan cepat dari respons China terhadap wabah tersebut. Selain itu, perusahaan-perusahaan di Asia juga memiliki posisi tunai yang lebih kuat.

“Tidak mengherankan untuk melihat bahwa perbandingan 100 perusahaan teratas (ex Financials) di pasar Asia dan Barat yang besar menunjukkan bahwa lebih banyak perusahaan Asia memiliki posisi kas bersih, yang berarti mereka memiliki kemampuan untuk berinvestasi kembali dalam bisnis dan berpotensi mendapatkan pangsa pasar. begitu debu mengendap, ” tulis Direktur Investasi Ekuitas Asia di PineBridge, Siddhartha Singh.

Kemudian, Bank Sentral di Asia juga memiliki lebih banyak keleluasaan dalam menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong ekonomi mereka.

“Investor tidak boleh lupa, bahwa suku bunga riil tetap positif dan tingkat nominal bahkan lebih tinggi di antara banyak pasar Asia dan negara berkembang yang sangat kontras dengan pasar negara maju,” kata Lin Jing Leong.

Menurut Lin Jing Leong, hal ini penting karena berarti para pembuat kebijakan di Asia punya keleluasaan untuk menyesuaikan diri. Ini memungkinkan bank sentral untuk proaktif dalam menurunkan suku bunga, hingga menyediakan likuiditas tambahan.

Penampakan Mobil Baru Christiano Ronaldo Senilai Rp 145 Miliar
Loading
Artikel Selanjutnya
Rupiah Menguat Tajam Didorong Paket Stimulus AS
Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Menguat, Ini Kata BEI