Sukses

Sri Mulyani Ungkap Berbagai Kucuran Dana Lembaga Keuangan Dunia Hadapi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, mengatakan Dana Moneter Internasional (IMF) berkomitmen menyiapkan dana pinjaman mencapai USD 1 triliun atau setara Rp 16.355 triliun guna memerangi Virus Corona atau Covid-19.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral Group of Twenty (G20) pada Selasa, 23 Maret 2020 ini.

"IMF juga akan membantu anggotanya melalui pemberian Special Drawing Right (SDR) dan memperluas fasilitas IMF-swap line. Kemudian, Bank Dunia dan Internatonal Finance Corporation (IFC) menyetujui pendanaan sebesar USD 14 miliar," paparnya di Jakarta, Selasa (24/3).

International Development Association (IBRD/IDA) juga akan menyediakan USD 6 miliar untuk mendukung sistem kesehatan.

Sebagai tambahan, Bank Dunia termasuk IFC dan Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), juga dapat memberikan pendanaan sebanyak USD 150 miliar dalam 15 bulan mendatang.

Kemudian, sambung Menteri Sri Mulyani, anggota G20 juga bekerja sama secara bilateral maupun multilateral untuk melakukan restrukturisasi utang negara miskin agar mereka dapat fokus melawan pandemi.

Anggota G20 juga menyetujui penyusunan joint action plan yang berisikan respons kebijakan kolektif negara anggota G20. Di tataran Pemimpin G20, akan ada pembahasan inisiatif baru untuk mengatasi pandemi penyakit infeksius secara global.

 

2 dari 2 halaman

Sri Mulyani Pastikan Biaya Perawatan Pasien Corona Ditanggung Pemerintah

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memastikan seluruh biaya perawatan pasien yang terjangkit positif terinfeksi virus corona atau covid-19 ditanggung pemerintah. Adapun alokasi anggaran untuk perawatan pasien akan disentralisasi melalui Kementerian Kesehatan.

"Karena pandemik covid-19 tidak masuk dalam hal yang bisa dicover BPJS dari sisi iuran," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Sri Mulyani mengatakan, pihak BPJS Kesehatan nantinya tetap akan melakukan proses verivikasi terhadap pasien. Apakah pasien tersebut memang tidak memiliki asuransi atau justru sebaliknya.

Dia menambahkan, pendanaan pasien virus corona akan diambil dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2020 atau APBD. Dengan demikian, harapannya akan ada kepastian mendapatkan pembayaran dengan merawat pasien virus corona.

"Kita terus lakukan agar RS punya kepastian bahwa mereka akan dapatkan pembayaran dengan merawat para pasien covid," kata dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Penampakan Mobil Baru Christiano Ronaldo Senilai Rp 145 Miliar
Loading
Artikel Selanjutnya
Sepi Pengunjung, Jam Buka Pasar Tanah Abang Dipangkas 2 Jam
Artikel Selanjutnya
Dana Insentif Tenaga Medis Diambil dari DAU