Sukses

Imbas Corona, Satu Global Investama Lepas Portofolio Saham

Liputan6.com, Jakarta - PT Satu Global Investama melepas seluruh kepemilikan saham di PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS). Sempat mencapai titik tertinggi hingga Rp 354 per saham dari harga IPO di Rp 100 per saham, kini harga saham AYLS terkapar dengan rata-rata pergerakan di level Rp 60 per saham dari sebelumnya sempat menyentuh Rp 50 per saham. 

CEO & Co Founder PT Satu Global Investama Calvin Lutvi menyebut Saat IPO AYLS, pihaknya berperan sebagai standby buyer. Tetapi di kondisi market global dan domestik yang sedang tidak menentu ini perseroan memutuskan untuk melepas seluruh kepemilikan saham AYLS di pasar.

"Adanya virus Covid-19 yang merebak di seluruh dunia, jatuhnya harga komoditas dunia yang cukup ekstrem menjadi alasan utama kami melepas beberapa portofolio saham di Indonesia," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/3./2020).

Keputusan melepas saham AYLS disebut Calvin murni atas pertimbangan pasar domestik dan global yang kurang baik. Di mana IHSG turun sangat drastis beberapa hari terakhir.

Ke depan, saat ini pihaknya pun memilih ambil sikap masih wait and see. Perseroan akan melihat dahulu kapan signal market domestik dan global akan berbalik ke arah menguat. ]

"Kendati demikian, kami masih menjalankan bisnis IPO financing atas calon-calon emiten yang akan melantai di bursa saham Indonesia di 2020," paparnya.

2 dari 3 halaman

Pergerakan Pasar Saham

Terkait pergerakan pasar saat ini, dia mengakui kondisi di seluruh bursa dunia mengalami koreksi dan harga komoditas ikut terjerembab. Tak heran langkah wait and see pun menjadi pilihan.

Meski begitu, dia mengatakan tetap akan mengawal rencana IPO dari sejumlah calon emiten. Setidaknya dia bilang saat ini sudah ada 2 calon emiten yang sedang proses IPO di bursa. 

Jika proses lancar, maka pertengahan 2020 sudah dapat melantai di bursa. Nilai IPO-nya tidak terlalu besar. Melihat kondisi market seperti saat ini, penilaian kami IPO dengan dana jumbo justru sulit diserap oleh pasar," jelas Calvin.

Selain 2 calon emiten tersebut, Satu Global Investama juga tengah melakukan penjajakan untuk membawa satu perusahaan lainnya untuk melantai di bursa saham. "Jika fundamental perusahaan ini masuk kriteria kami, maka di akhir 2020 semoga sudah dapat melantai di bursa saham," sebutnya.

Di sisi lain, kendati fundamental portofolio saham yang kita miliki cukup bagus, namun ketika market global dan domestik berbalik arah, ia menyarankan sebaiknya investor realistis menilai kembali portofolio yang dimiliki.

"Lebih bijak jika portofolio yang dimiliki sudah mencapai keuntungan tertentu, investor merealisasikan keuntungan terlebih dahulu. Bagi investor jangka panjang, justru saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengoleksi saham-saham murah," paparnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: