Sukses

Kinerja Garuda Tertekan Akibat Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra, mengatakan bahwa Garuda Indonesia masih mempertahankan penerbangan ke Korea Selatan, meskipun penyebaran virus Corona di negara tersebut masih dalam level tertinggi. Pemerintah Korea Selatan bahkan mengisolasi Kota Daegu sebagai zona perawatan khusus.

Diketahui Kota Daegu menjadi kota pertama yang membuat status kewaspadaan Korea Selatan dinaikkan. Setidaknya tercatat 334 kasus baru yang muncul di mana 304 ada di Kota Daegu. Ada sekitar 1.595 orang telah terinfeksi virus Corona di Korea Selatan dan 13 orang meninggal dunia.

"Kita sudah menutup rute ke China dan Hong Kong. Kita masih pertahankan Korea. Garuda merupakan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sehingga dalam melakukan tindakan penutupan harus mendapatkan restu kementerian terkait karena ini cukup serius," kata Irfan dalam konferensi pers Direksi dan Komisaris PT Garuda Indonesia, di Gedung Garuda Indonesia, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Selain itu, ia juga mengatakan dengan adanya virus Corona ini Arab Saudi mulai membatasi kunjungan umrah ke tanah suci. "Tadi pagi ada pukulan baru Saudi menutup kunjungan umrah dan membatasi ke Masjid Nabawi, kami masih melakukan komunikasi, tentu menjadi kewajiban kami teman-teman umrah dan jadwal pulang kita pikirkan dengan baik," kata dia. 

Ia pun menegaskan bahwa Garuda bukan tipe maskapai penerbangan yang menyepelekan isu internasional. Melainkan ia menginginkan untuk ke depannya pelanggan Garuda Indonesia terus diutamakan.

"Garuda bukan tipe yang mempermasalahkan isu internasional. Kita ingin kedepankan pelanggan kita yang memiliki visa umrah," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Kinerja Menurun

Irfan menyebutkan kinerja Garuda mengalami penurunan yang signifikan akibat Corona. Seperti empat penerbangan ke tanah suci, yang menggunakan pesawat berbadan lebar, untuk ke depannya perlu dilakukan perhitungan dahulu, agar tidak menyebabkan kerugian.

"Kita kedepankan pernyataan bahwa kita melakukan perhitungan dulu, ini memastikan kerugian. Tapi kita bukan hanya ngomong soal kerugian saja, tapi itu jadi tantangan," ungkapnya.

Kendati begitu, dengan munculnya larangan penerbangan, hal itu membuka peluang baru untuk meningkatkan penerbangan ke dalam negeri.

"Kami akan perkenalkan rute baru akibat corona dengan harapkan rute tersebut, khususnya rute dari Denpasar. Kita lagi finalisasi Denpasar, Delhi, Mumbai, Kuala Lumpur, dan Bangkok. Itulah reaksi perusahaan terhadap bisnis penerbangan, kita tak ingin harapkan sentimen ini jadi tinggi, melainkan menjadi suatu cara kepada fundamental," ujarnya.

Terkait insentif tiket dalam negeri, pihaknya masih mendiskusikan dengan Kementerian perhubungan, supaya untuk ke depannya pihaknya dengan Kementerian perhubungan bisa menggarap dan memperbanyak insentif destinasi wisata ke dalam negeri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Xiaomi Rilis Smart TV 4K 55 Inci, Cuma Rp 4 Jutaan
Artikel Selanjutnya
16 Tim Esports Siap Tanding di Grand Final PUBG Mobile Pro League 2020