Sukses

Ingin Tahu, Jurusan yang Para Miliarder Dunia Pelajari di Kampus

Liputan6.com, Jakarta Banyak para miliarder dengan kekayaan melimpah lahir dari industri teknologi. Bahkan Sensus Billionaire 2019 Wealth-X, membenarkan jika teknologi menjadi salah satu industri teratas yang menghasilkan banyak orang terkaya dunia.

Patut tahu, jika sebagian besar miliarder dunia meraih kesuksesan dengan menyandang gelar sarjana.  Di antara 10 orang terkaya di dunia, setengahnya mempelajari teknik atau ilmu komputer. Namun ada juga yang mempelajari bidang berbeda.

Ingin tahu, berikut bidang studi yang para miliarder dunia pelajari, mengutip laman CNBC, Jumat (7/2/2020):

1. Jeff Bezos

Kekayaan : USD 125,8 miliar atau Rp 1.723 triliun

Bidang studi  : Teknik listrik dan ilmu komputer

Sebelum menjadi CEO di Amazon dan menjadi orang terkaya di dunia, Bezos adalah lulusan dari Princeton University pada 1986. Dengan gelar sarjana teknik listrik dan ilmu komputer, setelah mengubah jurusan dari fisika.

Jika Amazon tidak berhasil, kemungkinan Bezos akan menggunakan gelar saat mencari pekerjaan. “Saya akan menjadi programmer software yang luar biasa dimanapun,” ujar dia.

Saat ini, penghasilan programmer perangkat lunak sekitar USD 92.000 setara dengan Rp 1,2 miliar tiap tahun, menurut  Glassdoor.

2. Bill Gates

Kekayaan : USD 112,1 miliar atau  Rp 1.535 triliun

Bidang studi : Hukum

Gates mengikuti kelas di Harvard University selama dua tahun sebelum berhenti  pada 1975 untuk menjadi pendiri Microsoft bersama teman sekelasnya, Paul Allen.

Saat di Harvard, dia belajar hukum, tetapi juga terdaftar dalam matematika dan ilmu komputer untuk pascasarjana. Setelah tiga puluh tahun berhenti, Harvard memberi penghargaan kepada Gates berupa gelar sarjana hukum.

Namun bila dia diharuskan mendaftar sekarang, Gates akan memilih bidang studi yang berbeda. “Saya akan mendaftar pada software, yang berarti sekarang masuk dalam kecerdasan buatan,” kata dia saat melakukan sesi tanya jawab bersama mahasiswa Harvard di 2018.

Gates juga merekomendasikan untuk mempelajari  sains, teknik, dan ekononomi pada 2016 saat wawancara dengan Ketua Redaksi LinkedIn, Daniel Roth.

3. Mark Cuban

Kekayaan : USD 4,1 miliar atau Rp 56,1 triliun

Bidang studi : Manajemen dan adminisrasi

Setelah mengikuti kelas malam di University of Pittsburgh selama masa SMA. Mark Cuban dapat lulus cepat dari yang ditentukan dan memulai tahun pertamanya di University of Pittsburgh pada usia 17 tahun.

Setelah setahun, Cuban pindah ke Indiana University di Bloomington, karena terdapat biaya murah diantara top 10 program bisnis teratas pada saat itu. Cuban lulus dari Kelley School of business dengan gelar sarjana pada manajemen dan administrasi.

Walaupun Cuban mendukung untuk mendapat gelar sarjana, “Saya bukan penggemar untuk mendapatkan MBA (magister),” ungkapnya pada Turning Point USA 2018 . 

“Banyak cara belajar secara online dan saya pikir Anda bisa mendapat banyak pengalaman di dunia kerja dan berada dalam posisi yang lebih baik untuk sukses,” tambah dia.

“Ada banyak MBA(magister)  online yang setara, jika Anda disiplin, Anda bisa melakukan dengan biaya yang sedikit dan mendapat pendidikan berkualitas," katanya.

4. Sara Blakely

Kekayan : USD 1,1 miliar atau Rp 15,1 triliun

Bidang studi : Komunikasi hukum

Pemilik dan CEO Spanx, Sara Blakely belajar komunikasi hukum di Florida State University. Setelah mendapat gelar sarjananya pada 1993, Blakely ingin mengikuti jejak Ayahnya dan menjadi pengacara.

Tetapi rencananya tidak berjalan karena Blakley gagal dalam ujian LSAT selama dua kali. Meskipun dia sudah belajar “dari a—off,” menurut “Getting There: A Book of Mentors.”

5. Warren Buffett

Kekayaan: USD 89,8 miliar atau Rp 1.230 trilun

Bidang studi  : Administrasi dan ekonomi

Warren Buffet terdaftar di Wharton School di University of Pennsylvania pada usia 16 tahun dan belajar tentang bisnis, tetapi dia pindah ke University of Nebraska untuk menyelesaikan sarjananya salam tiga tahun.

 “Saya tidak mau ke perguruan tinggi,” Buffet menjelaskan kepada Bloomberg pada 2016. “Tahun pertama di Wharton Saya ingin  berhenti dan langsung bernisnis, tapi Ayah Saya bilang ‘Baiklah, tapi tapi satu tahun lagi”. Jadi Saya melanjutkan tahun kedua dan tetap ingin berhenti”. Buffet lulus dan sangat memuji Nebraska “ tidak ada kelas yang megecwakan,” katanya pada sebuah artikel di Nebraska Bussiness pada 2001.

Setelah ditolak Harvard Bussiness School, Buffet mengikuti kelas di Columbia University dan mendapat gelar magister ekonomi. “JIka kamu tertarik pada bisnis dan ingin berbisnis, gelar MBA(magister) sangat berguna,” ungkapnya

 6. Ray Dalio

Kekayaan : USD 18,7 miliar atau Rp 256,1 triliun

Bidang Studi  : Akuntansi

Sebelum menjadi pemiliki Bridgewater Associates, lembaga keuangan terbesar di dunia, Dalio menjalani kuliah  Long Island University dan belajar tentang akuntansi.

Dia kemudian mendapat gelar master pada administrasi bisnis dari Harvard Bussiness School pada 1973.

Tapi dia memberikan pesan unik bagi para mahasiswa. “Berpesta dan tidak menjadikan nilai tinggi sebagai prioritas utama,” kata Dali pada REddit 2019.

“Jalin perteman dan memperbanyak pengalaman adalah yang paling penting.”

 

 

 

2 dari 2 halaman

7. Mark Zuckerberg

Kekayaan : USD 77,6 miliar atau  Rp 1.063 trilliun

Bidang studi : Ilmu komputer dan psikolgi

Zuckerberg belajar ilmu komputer dan psikologi di Harvard University sebelum berhenti untuk mendirikan Facebook.

CEO Facebook ini sudah tertarik pada dunia komputer sejak kecil. Pada usia 12 tahun Zuckerberg membuat kode Zucknet, sebuah program berpesan untuk kantor Ayahnya.

Saat masih sekolah menengah di Phillips Exeter Academy, Zuckerberg dan temannya, Adam D’Angelo membuat Synapse, sebuah pemutar MP3 “yang dapat melacak setiap lagu yang diputar pengguna di komputer.

Perusahaan besar, seperti Microsoft, ingin membeli Synapse, tetapi Zuckerberg dan D’Angelo menolak karena mereka ingin lanjut ke perguruan tinggi.

 

8. Oprah Winfrey

Kekayaan : USD 2,7 miliar atau Rp 36,9 triliun

Bidang studi : Komunikasi dan Seni Pertunjukan

Winfrey mendapat beasiswa penuh ke Tennessee State University, dimana dia belajar komunikasi dan seni pertunjukan sebelum lulus pada tahun 1986.

Pesan Winfrey untuk para lulusan lain adalah "'sukses butuh proses dan hidup adalah tentang bagaimana cara membuat keputusan,” katanya pada sebuah pidato di Colorado College Class of 2019.

Dia juga berpesan kepada semua lulusan untuk mendapat perkerjaan yang dapat membayar sewa rumah.

“Anda butuh perkerjaan. Bisa Saya bilang, perkerjaan yang tidak perlu menjadi tujuan hidup atau yang sesuai dengan keahlianmu, tapi pekerjaan yang dapat membayar sewa rumah dan membuatmu keluar dari rumah orang tuamu, karena mereka sudah menjagamu dan mereka berharap pendidikan yang kalian tempuh bisa membayar semua,” ujarnya.

 “Dan itu akan terjadi dengan cara yang tidak bisa Anda bayangkan”

 

Reporter : Tiara Sekarini