Sukses

Investasi Asabri Rontok Gara-gara Kelola Saham Murahan

Liputan6.com, Jakarta - PT Asabri (Persero), perusahaan asuransi khusus TNI dan Polri, tersandung rumor tak sedap. Seperti Jiwasraya, Asabri dikabarkan melakukan praktik penyalahgunaan investasi.

Jiwasraya sendiri terbukti menanam saham di saham small cap atau saham murahan dan melakukan "permainan goreng saham" demi kepentingan tertentu.

Tercatat, 14 emiten dalam portofolio saham Asabri rontok hingga 90 persen. Kepemilikan sahamnya pun terbilang besar, belasan hingga puluhan persen.

Pengamat pasar modal Budi Frensidy berujar, saham yang dibeli Asabri memang rata-rata saham yang belum teruji fundamentalnya dengan baik.

"Saham-saham yang dibeli (Asabri) umumnya adalah saham small cap, bukan LQ45 atau IDX30, sebagian besar belum teruji sebagai saham berfundamental baik," ungkapnya saat dihubungi Liputan6.com, Senin (13/1/2020).

Lebih lanjut, jelas Budi, transaksi harian saham murahan ini tentu tidak besar jika tidak digerakkan oleh segelintir trader (pelaku transaksi pasar modal). Trader terbiasa melakukan performa sesuai dengan sentimen dan kondisi pasar.

Tentu saja, karena kapitalisasi saham small cap kecil, kemungkinan besar trader nakal yang terlibat memainkan portofolio saham Asabri melakukan utak atik transaksi saham.

 

2 dari 4 halaman

Tak Bijak

Budi juga mengatakan, tentu tidak bijak jika investor institusi seperti Asabri (yang termasuk BUMN) memegang saham kecil apalagi kepemilikannya lebih dari 5 persen.

"Tidak bijak jika investor institusi memegang saham-saham yang tidak masuk LQ45 apalagi dengan persentase besar atau lebih dari 5 persen saham apapun," ujarnya.

Oleh karenanya, Budi menyarankan agar dilakukan pembatasan pembelian saham-saham atau emiten oleh Komite Investasi dan Dewan Pengawas. Hal ini sebagai kontrol agar perusahaan tidak "asal" beli saham kecil tanpa mempertimbangkan resikonya.

"Lalu, compliance manager dan risk manager juga harus menjalankan tugas dan perannya sesuai dengan aturan OJK," imbuh Budi.

3 dari 4 halaman

Diduga Korupsi, Erick Thohir Bakal Rombak Direksi Asabri

Kementerian BUMN memastikan akan merombak jajaran direksi PT Asabri (Persero) yang tengah diterpa masalah akibat isu rontoknya beberapa investasi saham hingga dugaan korupsi diatas Rp 10 triliun yang disuarakan Menteri Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD.

"Iya, pasti segera (dirombak)," ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Kartika mengungkapkan, perombakan jajaran direksi Asabri akan segera dilakukan pada tahun ini.

Kendati begitu, ia belum bisa menyebutkan siapa saja tokoh yang akan terkena perombakan di Asabri tersebut, dan masih harus terus mendiskusikannya dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Belum tahu, saya belum tahu. Ini masih diskusi sama pak menteri (Erick)," ungkap Kartika.

Selain dengan Erick Thohir, Kementerian BUMN dikatakannya juga akan berunding dengan Mahfud MD selaku Menkopolhukam. Pertemuan tersebut diperkirakan akan terjadi akhir pekan ini.

"Dipanggil Menteri Polhukam dulu. (Kapan rencana dipanggil?) Belum tahu, akhir minggu ini mungkin," terangnya.

Saat ditanya apakah Kementerian BUMN akan turut berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, Kartika berujar bahwa instansi tersebut kini masih disibukan dengan kasus Jiwasraya.

"Baru mau ketemu. Karena kan (Kementerian Keuangan) lagi fokus Jiwasraya," tukas Kartika.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Komisi III DPR Putuskan Bakal Bentuk Panja Jiwasraya
Artikel Selanjutnya
Jiwasraya Pegang 8 Persen Saham PP Properti, Sedangkan Asabri 5 Persen