Sukses

Pemerintah Libatkan Startup Dongkrak Pertanian Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menggelar pertemuan dengan beberapa perusahaan startup di bidang agribisnis, seperti Sayur Box, Aruna dan TaniHub. Adapun pertemuan ini membahas mengenai kerja sama upaya peningkatan sektor laham pertanian dan perikanan Indonesia.

Menteri Teten mengatakan, dengan dilibatkannya perusahaan startup tersebut diharapkan program pemanfaatan lahan perhutanan sosial dapat berjalan dengan optimal. Mengingat, dari target 12,7 juta hektare (Ha) lahan yang dibagikan pemerintah ke masyarakat baru sekitar 3,4 juta lahan yang terserap.

Teten ingin, nantinya para start up ini dapat menjadi pelaksana dalam program perhutanan sosial milik pemerintah. Sehingga para petani-petani yang menerima manfaat lahan tersebut dapat dibina untuk memanfaatkan lahannya dengan menanam seusai permintaan pasar.

"Jadi dengan kita mendorong kemitraan antara tiga perusahaan tadi saya kira kita bisa tahu bahwa komoditi apa yang bisa ditanamkan oleh masyarakat dan pada bulan apa, permimtaan apa," ujarnya di Kantornya, Jakarta, Senin (13/1).

"Jangan sampai ketika harga cabai mahal semua orang nanam cabai akibatnya jatuh jadi tidak ada perencanaan di produksinya berdasarkan kebutuhan market," sambung dia.

2 dari 3 halaman

Kesenjangan Pemilik Lahan

Menteri Teten menambahkan, rencana kerja sama ini juga menjadi salah satu upaya program Presiden Joko Widodo mengatasi kesenjangan kepemilikan lahan dan memberikan akses kepada masyarakat. Sebab, bagaimanapun kata dia lahan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

"Nah makannya kita mencari model-moodel tadi dengan Aruna misalnya kita bisa perluas kerja sama di pengelola lahan di pesisir tambak udang, bandeng bisa apa saja," jelas dia.

VP Corporate Service TaniHub, Astri Purnamasari mengakui, pihaknya telah diminta untuk menyiapkan rencana kerja ke depan untuk membina para petani-petani penerima lahan. Sebab, sebagian lahan yang diberikan pemerintah kepada petani tidak produktivitas atau tidak sesuai dengan ekspetasi.

"Nah mumpung belum dibagikan terus bikin planing kira-kira nih kalau petani dibagikan lahan untuk ditanami sesuatu buah dan sayuran atau apaun itu apakah kami dari starp up bisa membantu untuk membuat working plannya itu intinya," kata dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Menciptakan Pengusaha Pertanian Milenial di Garut
Artikel Selanjutnya
Bisnis TniHub Tumbuh 268 Persen di 2019, Apa Rahasia Suksesnya?